SEMARANG, MettaNEWS – Di bawah rintik hujan yang turun perlahan, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meresmikan Taman dan Monumen Raden Mas (RM) Bambang Soeprapto di kawasan Gajahmungkur, Kota Semarang, Jumat (9/1/2026).
Peresmian ini menjadi penanda penting sejarah perjuangan kemerdekaan sekaligus penghormatan atas jasa salah satu putra terbaik Jawa Tengah.
Monumen berupa patung RM Bambang Soeprapto setinggi sekitar 10 meter itu berdiri tegak di tengah taman, memancarkan ketegasan dan semangat juang. Sosok tersebut diharapkan menjadi simbol inspirasi bagi generasi muda agar terus meneladani nilai keberanian, pengabdian, dan cinta tanah air dalam menghadapi tantangan masa depan.
Ahli waris RM Bambang Soeprapto, Haryono Eddyarto, menyampaikan bahwa peresmian taman dan monumen ini memiliki makna mendalam bagi keluarga besar. Momen ini lanjutnya bukan sekadar mengenang sosok ayah, suami, dan kepala keluarga, tetapi juga bentuk penghormatan atas pengorbanan seorang pejuang yang rela mengorbankan hidupnya demi kemerdekaan Indonesia.
“Bagi keluarga, hari ini adalah momen untuk mengenang sekaligus menghormati jasa pejuang yang telah mengorbankan hidupnya demi Indonesia,” ujar Haryono dalam sambutannya.
Ia menegaskan, pembangunan taman dan monumen ini tidak dimaksudkan untuk mengkultuskan satu tokoh, melainkan sebagai ruang pembelajaran sejarah dan sumber inspirasi bagi masyarakat. Indonesia, kata dia, membutuhkan generasi muda yang berbudaya, berkarakter kuat, cinta tanah air, dan siap menghadapi perubahan zaman.
“Semoga taman dan monumen ini menjadi sumber inspirasi untuk berkarya, berinovasi, dan menjaga martabat bangsa. Tempat ini bukan hanya bermakna bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat Semarang, Jawa Tengah, dan Indonesia,” ungkapnya dengan suara bergetar.
Monumen RM Bambang Soeprapto merupakan karya pematung Heru Joning Siswanto. Patung tersebut berdiri di atas taman seluas 70 x 24 meter yang dirancang oleh Seno Aditya dan M. Danar Sasmito.
Seluruh proses pembangunan didanai secara pribadi oleh keluarga ahli waris, sementara pengelolaan dan perawatan taman selanjutnya akan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Semarang.
Di sejumlah sudut taman, pengunjung dapat menemukan informasi sejarah perjuangan RM Bambang Soeprapto, mulai dari masa merebut hingga mempertahankan kemerdekaan, termasuk peran pentingnya dalam sejarah Satuan Brimob.
Gubernur Ahmad Luthfi menjelaskan, gagasan pembangunan taman dan monumen ini bermula ketika keluarga ahli waris menemuinya saat ia masih menjabat sebagai Kapolda Jawa Tengah. Inisiatif tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Komandan Satuan Brimob melalui koordinasi dengan Pemerintah Kota Semarang hingga akhirnya Taman Gajahmungkur dipilih sebagai lokasi.
“Prosesnya memakan waktu sekitar satu tahun hingga akhirnya hari ini bisa kita resmikan. Masyarakat Jawa Tengah patut bangga memiliki monumen yang harus kita uri-uri sebagai bagian dari budaya dan sejarah,” ujar Ahmad Luthfi.
Ia mengenang RM Bambang Soeprapto sebagai pejuang gigih dan pantang menyerah. Almarhum tercatat sebagai Komisaris Polisi II sekaligus Ketua Polisi Istimewa yang menjadi cikal bakal Mobile Brigade (Brimob), serta tokoh penting dalam memimpin Pertempuran Lima Hari di Semarang.
“Monumen ini menjadi tetenger sejarah, bahwa di tempat ini pernah terjadi Pertempuran Lima Hari Semarang yang dimotori putra terbaik Jawa Tengah, RM Bambang Soeprapto,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ahmad Luthfi menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk terus memperjuangkan gelar Pahlawan Nasional bagi RM Bambang Soeprapto. Hingga kini, usulan tersebut telah diajukan sebanyak tiga kali dan akan terus diperjuangkan.
“Kita akan terus berjuang agar pada 2026 RM Bambang Soeprapto mendapatkan gelar Pahlawan Nasional,” pungkasnya.







