SOLO, MettaNEWS – Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta membekali sebanyak 1.472 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) 2026 sebelum diterjunkan ke berbagai desa di Kabupaten Sragen. Pembekalan digelar di Gedung Auditorium UNISRI dan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Ir. Saiful Bahri, S.Kom., M.Kom., pada Selasa (23/6/2026).
Mengusung tema “Peran Mahasiswa dalam Pemberdayaan Desa untuk Mendukung Kemandirian Ekonomi, Ketahanan Pangan, dan Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Sragen”, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan mahasiswa agar siap menghadapi tantangan di lapangan, baik dari sisi akademik, etika, maupun sosial kemasyarakatan.
Pada KKN PPM 2026, mahasiswa UNISRI akan ditempatkan di 11 kecamatan di Kabupaten Sragen, yakni Plupuh, Mondokan, Tanon, Sukodono, Gemolong, Miri, Gesi, Sumberlawang, Tangen, Jenar, dan Kalijambe. Penentuan lokasi didasarkan pada kebutuhan masyarakat desa serta potensi unggulan yang dimiliki masing-masing wilayah.
Dalam pembekalan tersebut, mahasiswa mendapatkan enam materi utama yang dirancang untuk memperkuat kapasitas mereka selama menjalankan program pengabdian. Materi tersebut meliputi filosofi KKN PPM UNISRI 2026, Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS), etika komunikasi dan bermasyarakat, pemetaan potensi desa di wilayah Sragen, empat pilar ekonomi masa depan, serta tata tertib dan target luaran KKN.
Wakil Rektor Bidang Akademik UNISRI, Ir. Saiful Bahri, S.Kom., M.Kom., menegaskan bahwa KKN bukan sekadar kewajiban akademik yang harus dipenuhi mahasiswa untuk menyelesaikan studi.
“KKN adalah ruang belajar nyata mahasiswa untuk mengabdi, memahami persoalan desa, dan memberi solusi yang bisa ditinggalkan untuk masyarakat. Jaga nama baik almamater, jaga etika, dan jadilah agen perubahan,” pesannya kepada para peserta.
Menurutnya, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari program yang dilaksanakan selama berada di desa, tetapi juga dari dampak yang dapat dirasakan masyarakat setelah kegiatan berakhir.
Melalui materi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS), UNISRI juga menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pengabdian yang aman dan bebas dari kekerasan seksual. Mahasiswa dibekali pemahaman mengenai langkah pencegahan, mekanisme pelaporan, serta pentingnya menjaga sikap profesional selama berinteraksi dengan masyarakat.
Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan pemahaman mengenai potensi ekonomi, sosial, dan budaya yang dimiliki desa-desa di Sragen. Bekal tersebut diharapkan mampu membantu mahasiswa menyusun program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan potensi lokal yang dapat dikembangkan.
UNISRI menargetkan KKN PPM 2026 mampu menghasilkan berbagai program pemberdayaan yang mendukung kemandirian ekonomi masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, 1.472 mahasiswa peserta KKN akan mendapatkan pendampingan dari 104 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang bertugas mengawal pelaksanaan program di masing-masing lokasi.
Dengan pembekalan yang komprehensif tersebut, UNISRI berharap seluruh peserta memiliki visi yang sama dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa di Kabupaten Sragen.








