UNISRI dan BEI Edukasi Warga Desa Brojol Sragen Lewat Sekolah Pasar Modal, Dorong Lahirnya Investor dari Desa

oleh
oleh

SRAGEN, MettaNEWS – Galeri Investasi Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Jawa Tengah 2 dan Madiun Raya serta Pemerintah Desa Brojol, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen menggelar Sekolah Pasar Modal bagi masyarakat, Jumat (1/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Balai Desa Brojol tersebut menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan hingga ke tingkat desa.

Dalam kegiatan itu, warga diperkenalkan dengan berbagai instrumen investasi di pasar modal, khususnya investasi saham, agar masyarakat memiliki pemahaman yang benar mengenai investasi yang legal, aman, dan diawasi oleh otoritas.

Pemateri dari Bursa Efek Indonesia, Ari Seta Kurniawan, menjelaskan bahwa investasi saham tidak serumit yang selama ini dibayangkan masyarakat.

Ari menuturkan, investasi saham memiliki prinsip yang hampir sama dengan investasi yang telah dikenal masyarakat pedesaan, seperti beternak atau mengelola lahan pertanian.

“Investasi saham sama halnya dengan investasi yang sudah umum dilakukan warga, seperti investasi pada hewan ternak atau membuka lahan pertanian. Bedanya, investasi saham juga dibutuhkan ilmu untuk dipelajari. Di dalamnya ada risiko dan hasil yang akan diperoleh dari penyertaan modal pada sebuah perusahaan,” jelas Ari.

Ia menekankan pentingnya memahami risiko, strategi, serta tujuan investasi agar masyarakat dapat mengambil keputusan keuangan secara bijak.

Sementara itu, Kepala Galeri Investasi UNISRI Surakarta, Rina Susanti, mengatakan kegiatan Sekolah Pasar Modal menjadi salah satu langkah nyata kampus dalam memperluas akses edukasi investasi kepada masyarakat.

Rina menyampaikan, literasi keuangan perlu terus ditingkatkan agar masyarakat tidak hanya mengenal instrumen keuangan konvensional, tetapi juga memahami berbagai pilihan investasi produktif yang tersedia di pasar modal.

“Dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal ragam investasi di pasar modal. Kami ingin literasi keuangan warga tidak hanya berhenti di bank atau arisan, tapi juga memahami instrumen investasi produktif lainnya,” ujar Rina.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar di berbagai wilayah sehingga semakin banyak masyarakat yang memahami manfaat investasi sejak dini.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Desa Brojol. Kepala Desa Brojol, Aziz Purnama, menilai edukasi pasar modal sangat bermanfaat untuk meningkatkan wawasan masyarakat dalam mengelola keuangan.

“Materi ini sangat bermanfaat, khususnya untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai investasi di pasar modal. Semoga warga Desa Brojol bisa lebih cerdas dalam mengelola keuangan dan berani mencoba instrumen investasi yang legal dan diawasi OJK,” katanya.

Melalui Galeri Investasi, UNISRI berkomitmen menjadi jembatan antara industri pasar modal dan masyarakat. Program edukasi seperti Sekolah Pasar Modal diharapkan mampu melahirkan investor-investor baru dari desa, meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat, serta mendukung program inklusi keuangan nasional.

Galeri Investasi UNISRI sendiri merupakan pusat edukasi dan simulasi pasar modal yang bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia. Selain melayani civitas akademika, galeri tersebut juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat luas sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.