GSI Youth Fest 2026 Tetap Digelar di Solo, Siapkan 2.000 Lowongan Kerja dan Apresiasi 35 Local Heroes

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Gerakan Solusi Indonesia (GSI) memastikan GSI Youth Fest 2026 tetap digelar pada Minggu (8/11/2026) di GOR Indoor Manahan, Solo. Sejumlah penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan aspirasi masyarakat, sekaligus menjaga tujuan utama acara sebagai ruang pengembangan potensi, inspirasi, dan kolaborasi bagi generasi muda.

Kepastian tersebut disampaikan Co-Founder GSI, Anas Syahirul, dalam konferensi pers di Zigna Kampung Batik, Solo, Selasa (3/11/2026). Dia menegaskan, GSI Youth Fest tidak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang bagi anak muda untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, dan menemukan peluang.

“Acara besok (8 November 2026) tetap pada planning awal, bahwa kita memberikan ruang diskusi, sharing inspirasi, dan berdialog dengan tamu yang kami undang,” kata Anas.

Menurutnya, penyelenggaraan GSI Youth Fest tidak semata-mata bertumpu pada kehadiran figur publik atau pertunjukan di atas panggung. Berbagai kegiatan di dalamnya dirancang untuk membantu anak muda mengembangkan kapasitas diri, memperluas jejaring, serta mengambil peran dalam masyarakat.

GSI juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, khususnya kalangan anak muda, yang telah memberikan perhatian, kritik, saran, dan aspirasi terkait penyelenggaraan acara tersebut.

Masukan yang berkembang dipandang sebagai bagian dari dialog konstruktif sekaligus bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas kegiatan.

CEO GSI, Hendri Tri Asmoro, mengatakan pihaknya memutuskan membatalkan rencana menghadirkan Raffi Ahmad sebagai salah satu pengisi acara setelah mempertimbangkan dinamika dan aspirasi masyarakat.

Selain itu, GSI menghormati keputusan Ndarboy Genk dan Bayu Skak yang memilih tidak melanjutkan keterlibatan dalam kegiatan tersebut.

Hendri menegaskan, keputusan itu diambil dengan mengedepankan sikap saling menghormati, tanpa menyalahkan atau menghakimi pihak mana pun.

Roadshow di 16 Daerah Libatkan 3.400 Anak Muda

GSI Youth Fest 2026 menjadi puncak rangkaian program Gerakan Solusi Indonesia yang sebelumnya dilaksanakan di berbagai daerah melalui pelatihan, pengembangan kapasitas, pemberdayaan, dan kegiatan untuk mendorong peran aktif generasi muda.

Sebelum acara puncak, GSI telah menggelar program Ngobrol Inspiratif Anak Muda di 16 kabupaten/kota dengan total peserta sekitar 3.400 anak muda.

Program tersebut menjadi ruang dialog untuk berbagi pengalaman, bertukar gagasan, serta mendorong generasi muda agar lebih aktif berkontribusi di lingkungan masing-masing.

“Kami menerima kedatangan teman-teman anak muda untuk sama-sama menularkan virus baik ke teman-teman yang lain,” kata Hendri.

Melalui rangkaian tersebut, GSI berupaya membangun ruang pertemuan yang memungkinkan anak muda saling belajar dan mengembangkan gerakan positif di daerahnya.

Job Fair Hadirkan 2.000 Lowongan Kerja

Sekretaris Jenderal GSI, Hilmi Asshidiqi, mengatakan berbagai aspirasi yang dihimpun selama roadshow di 16 kabupaten/kota menjadi dasar penyusunan kegiatan dalam GSI Youth Fest 2026.

Dari pertemuan dengan anak muda di berbagai daerah, setidaknya terdapat tiga persoalan yang banyak disampaikan, yakni akses pendidikan, lapangan kerja, dan pengembangan kewirausahaan.

“Kebanyakan yang dikeluhkan anak muda, pertama aksesibilitas pendidikan. Kedua anak muda menanyakan tentang lapangan kerja. Ketiga soal semangat wirausaha,” jelas Hilmi.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, GSI menghadirkan Job Fair yang melibatkan 35 perusahaan dengan sekitar 2.000 lowongan pekerjaan.

Kegiatan ini diharapkan membuka akses informasi ketenagakerjaan sekaligus mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.

Selain Job Fair, GSI Youth Fest menghadirkan Youth Insight Leader Forum. Forum tersebut menjadi ruang belajar dan berbagi pengalaman bersama figur-figur muda inspiratif dari Jawa Tengah.

Melalui forum ini, peserta diharapkan memperoleh perspektif baru, memperluas wawasan, serta terdorong untuk terus mengembangkan kemampuan dan potensi diri.

Luncurkan Buku 35 Local Heroes Jawa Tengah

Ketua Panitia GSI Youth Fest, Asep Abdullah Rowi, mengatakan kegiatan tersebut juga akan memberikan apresiasi kepada 35 Local Heroes yang berasal dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Para Local Heroes merupakan sosok yang dinilai telah memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui berbagai inisiatif dan gerakan di daerah masing-masing.

Kisah serta perjalanan mereka akan diangkat dalam peluncuran Buku Local Hero. Buku tersebut diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi peserta untuk melakukan perubahan positif, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

“Diharapkan menumbuhkan semangat untuk berubah bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar. Tidak hanya pestanya anak muda, tapi juga ngobrol inspiratif,” kata Asep.

Selain forum inspirasi dan peluncuran buku, acara tersebut akan menghadirkan stan kuliner dan UMKM sebagai ruang promosi bagi pelaku usaha lokal.

Ruang ekspresi dan hiburan juga tetap menjadi bagian dari rangkaian acara, dengan komposisi penampilan yang telah disesuaikan menyusul perkembangan aspirasi masyarakat.

Melalui berbagai agenda tersebut, GSI ingin mempertemukan anak muda, komunitas, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan untuk membangun kolaborasi yang memberikan manfaat nyata.

GSI Salurkan Beasiswa dan Tanam 768 Bibit Pohon

Komitmen GSI terhadap generasi muda dan masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui GSI Youth Fest. Sejak hadir pada 2025, GSI telah menjalankan berbagai program di bidang pendidikan, ekonomi masyarakat dan inovasi lokal, lingkungan, kesehatan, kesejahteraan, serta tata kelola dan partisipasi publik.

Dalam bidang pendidikan, GSI telah menyalurkan beasiswa kepada 20 mahasiswa yang tersebar di 11 provinsi. GSI juga menjalankan program bantuan perlengkapan sekolah serta bantuan sepatu bagi siswa sekolah dasar dan menengah di Jawa Tengah.

Di bidang lingkungan, GSI turut melakukan penanaman sebanyak 768 bibit pohon. Kegiatan sosial lainnya meliputi pembagian sembako kepada sukarelawan pengatur lalu lintas (supeltas) dan warga, kepedulian terhadap kelompok masyarakat marginal, serta pembuatan peta digital bagi pendaki.

Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya GSI untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam menghadirkan solusi atas persoalan di lingkungan sekitar.

Melalui GSI Youth Fest 2026, GSI mengajak generasi muda, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat luas untuk memanfaatkan kesempatan yang tersedia, mulai dari mencari pekerjaan, memperluas jejaring, mengembangkan usaha, hingga bertukar gagasan.

GSI berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi tempat berkumpul dan menikmati hiburan, tetapi juga ruang untuk belajar, menemukan peluang, dan membangun kerja sama yang berkelanjutan.

Semangat yang diusung dalam kegiatan tersebut adalah Lebih dari Sekadar Panggung, Ada Ruang untuk Bertumbuh. GSI ingin menjadikan GSI Youth Fest sebagai bagian dari perjalanan generasi muda untuk terus berkembang, berkontribusi, dan bersama-sama menghadirkan solusi bagi masyarakat.