SOLO, MettaNEWS – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka tak menghadiri acara ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan sentra industri kecil menengah (IKM) mebel Gilingan, Selasa (19/7/2022). Pun Sentra IKM Mebel Gilingan ini merupakan salah satu dari 10 prioritas pembangunan Kota Solo di masa kepemimpinannya.
Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian (Dinkop) Kota Solo, Wahyu Kristina mengatakan Gibran mendadak tak dapat menghadiri acara ground breaking lantaran ada agenda lain.
“Sepertinya ada agenda penting yang nggak bisa (ditinggalkan) itu dadakan. karena ini kan masuk ke prioritas, nggak masalah,” kara Kristina kepada MettaNEWS usai ground breaking, Selasa (19/7/2022).
Lantaran tak dapat hadir, peletakan batu pertama dari orang nomor satu di Solo itu diwakili Asisten Ekonomi Pembangunan, Gatot Sutianto.
“Hari ini mendadak ada tamu, tapi kurang tahu juga karena yang ditelefon kan Pak Gatot. Nggak apa-apa yang penting jalan terus,” tambahnya.
Sebelum acara siang ini digelar, pada malam harinya wilujengan ground breaking Sentra IKM Mebel Gilingan juga dilaksanakan di bekas Pasar Mebel Gilingan tersebut. Nampak tak ada Gibran di sana, Kristina membeberkan pihaknya sengaja tak mengundang Gibran.
“Kalau semalam kan nggak kita undang karena hanya untuk internalnya kita panitia. Karena internal di sini saja, jadi hanya untuk kontraktor, masyarakat,” katanya.
Sebelum sebelum pemotongan tumpeng dan doa bersama dilakukan, peletakan kepala kerbau di dalam tanah area Sentra IKM Mebel Gilingan dilakukan.
Lebih lanjut, Kristina menjelaskan acara gorund breaking ini merupakan tanda dimulainua pembangunan Sentra IKM Mebel Gilingan yang akan berlangsung selama kurang lebih 5 bulan.
“Jadi hari ini mulai penanda untuk pembangunan Sentra IKM Mebel Gilingan, dengan waktu 150 hari kalender,” jelasnya.
Di atas lahan seluas 5.750 meter persegi tersebut, 4 ribu meter perseginya akan digunakan untuk membangun tiga lantai IKM Mebel Gilingan yang terdiri dari ruang produksi, ruang promosi, ruang pengelola dan joglo, landscape area.
“Tiga lantai ada empat bagian, jadi ada ruang produksi, ruang showroom, promosi, perkantoran, dan landscape,” terangnya.
Tender proyek ini dimenangkan PT. Reka Esti Utama (Cabang Solo) dengan nilai kontrak Rp. 43.732.993.663,50 (Empat puluh tiga milyar tujuh ratus tiga puluh dua juta sembilan ratus sembilan puluh tiga ribu enam ratus enam puluh tiga ratus lima puluh sen) yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik TA 2022.
“APBN semua, Pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Bersih (IPAB) baru dengan nilai Rp. 712.814.613,42, Penyediaan Sarana Ketenagalistrikan dan Komunikasi/lnformasi dengan nilai Rp. 1.649.701.691,40, Pembangunan/Revitalisasi Infrastruktur Penunjang di dalam Sentra IKM Rp. 1.146.550.351,94,” katanya dalam sambutan.
Tetap dilakukan meski tanpa kehadiran Gibran, pihaknya tetap santai dan fokus pada pembangunan IKM agar berjalan lancar.








