SOLO, MettaNEWS – Baru berjalan 4 hari, event Pasar Malam Sekaten Keraton Surakarta temui banyak keluhan. Sejak dimulai pada Jumat (16/9/2022) lalu, masyarakat banyak memberikan aduan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tentang layanan publik event tersebut.
Keluhan ini datang dari berbagai faktor seperti mahalnya tarif parkir, banyaknya sampah, adanya pengunjung yang kehilangan helm hingga banyaknya pengamen.
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka membenarkan bahwa event Pasar Malam Sekaten memiliki catatan kekurangan seperti keamanan, kenyamanan maupun kebersihan
“Parkir yang mahal, stan yang mahal, pengamen yang memaksa, masalah helm hilang dan kebersihannya sangat kurang sekali,” kata Gibran saat ditemui di Balai Kota Solo, Selasa (20/9/2022).
Lebih lanjut Gibran terpaksa melakukan intervensi dengan dinas terkait. Pihaknya mengajak pihak internal seperti keraton untuk rapat internal bersama event organizer (EO) Diana Ria.
“Saya tahu ini event internal keraton, tapi kami harus intervensi, soalnya kacau sekali. EO masih di Demak, gak standby lokasi,” terangnya.
Selain masalah tersebut, Gibran juga menilai adanya pemanfaatan lokasi yang tak ideal. Ia menyebut area pinggir jalan seharusnya tak digunakan untuk transaksi jual-beli.
“Jalan? Sebenarnya tidak ideal untuk jualan, idealnya di dalam, lebih nyaman. Nanti kami panggil dinas-dinas terkait,” tegas Gibran.

Sementara itu, Kanjeng Dani dari Sasana Wilapa Keraton Surakarta mengatakan pihaknya telah mengikuti rapat koordinasi dengan Pemkot Solo bersama dinas terkait dan EO Diana Ria pada Selasa (20/9/2022) sore. Dari hasil rapat tersebut ia mengatakan semua permasalahan telah clear.
Termasuk dalam hal kantong parkir di Alun-alun Lor (Utara) yang banyak dikeluhkan masyarakat. Pihaknya menyebut Dinas Perhubungan (Dishub) akan turun tangan.
“Jalan sepanjang alun-alun pengelolaan parkir resmi dari Dishub jadi kemarin disampaiakan akan melakukan pembinaan agar para jukir (juru parkir) resmi menerapkan tarif sesuai dengan ketentuan di Perda,” kata Kanjeng Dani.
Sistem parkir Pasar Malam Sekaten di Alun-alun Lor berlaku tarif progresif yakni besaran pembayaran akan bertambah setiap jamnya.
“Perlu juga masyarakat diedukasi bahwa tarif berlaku satu jam pertama Rp2000, jam berikutnya berlaku tarif progresif yang naik tiap jam,” terangnya.
Perihal kebersihan, pihaknya mengaku telah melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk membantu membersihkan area pasar malam. Terlebih setiap harinya DLH juga melakukan pembersihan di Jalan Pakubuwono atau area Keraton Surakarta.
Pihaknya menegaskan EO Diana Ria memiliki tanggung jawab melakukan pembersihan, keamanan, ketertiban dan kerapian selama pasar malam berlangsung. Di mana pasar malam tersebut sebagai yang mangayubagya atau memeriahkan Sekaten.
Sedangkan tradisi Sekaten Keraton Surakarta baru akan berlangsung pada 1 hingga 8 Oktober 2022. Sehingga selama Sekaten belum dimulai, pihaknya meminta pihak EO untuk memenuhi tanggung jawabnya sesyai adat istiadat keraton.
“Dari awal EO sudah menyiapakan dua lapis tenaga kebersihan karena ramai sampah memang banyak tapi sudah kira bersihkan, jadi ini sebagai momentum yang tepat agar kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya karena di tiap-tiap tempat ada kantong-kantong sampah yang disediakan oleh EO,” tegasnya.
Dari pengamatannya ia mengatakan permasalahan pengamen dapat dilihat dari dua sisi. Baginya keberadaan pengamen tak menjadi masalah jika berkelakuan sopan maka masyarakat justru senang dan mengapresiasi.
“Yang menjadi problem adalah katanya adanya pengamen yang maksa, memaksa seperti apa kami juga tidak tahu konteksnya tapi kita juga antisipasi dari pihak keamanan dari EO atau keraton kita patroli,” bebernya.
Menyikapi adanya aduan masyarakat yang dipaksa pengamen untuk memberi uang, pihaknya melakukan pencarian pengamen yang dirasa mengganggu kenyamanan.
“Semalam kita lakukan konfirmasi juga dari beberapa pengamen di situ juga dari pihak pengamen mencari oknum yang katanya memaksa tersebut untuk klrafikasi. Kita akan antisipasi berbagai macam gangguan kenyamanan pengunjung dari EO juga sanggup untuk menjaga itu,” pungkasnya.









