SOLO, MettaNEWS – Meskipun sudah ada penambahan kuota gas elpiji 3 kilogram kondisi pasokan gas subsidi tersebut masih langka di pasaran Solo. Hingga hari ini, pengecer gas harus menunggu hingga 2 minggu untuk mendapat pasokan gas.
Kondisi ini tentu saja menyulitkan pengguna gas 3 kg yang rata-rata adalah pelaku usaha kecil, pedagang makanan rumahan dan para UMKM.
Karena di pengecer juga tidak ada stok, mereka terpaksa mencari ke pasar ataupun pangkalan lain demi kelancaran usaha mereka.
Salah satu pengecer gas 3 kg subsidi di daerah Kepatihan Wetan Jebres, Wiji Sulastri mengaku hingga hari ini belum mendapat stok baru untuk mengganti tabung gas elpiji yang kosong.
“Ini sudah numpuk (tabung) lama kosongnya. Saya sudah antri di pangkalan juga belum dapat. Sampai dua minggu nunggunya,” ungkap Wiji ketika ditemui di warung kelontongnya, Kamis (4/8/2022).
Wiji mengatakan sebelum langka stok gas 3 kg di warungnya biasa diisi oleh pangkalan 2 kali seminggu.
“Kalau harga saya masih jual dengan harga normal, ya Rp19.000,- per tabung. Ini juga yang beli warga sekitar yang sudah langganan saya. Kalau ada orang di luar kampung sini ga saya jual, jatah stok saya memang untuk UMKM, pedagang makanan dan tetangga-tetangga saja,” terang Wiji.
Dengan lamanya stok yang tersedia, Wiji menyebut langganannya terpaksa harus muter-muter mencari gas karena berhubungan dengan usaha mereka.
“Ya ada yang ke pasar, ada yang pangkalan atau tempat lain. Tapi ya sama saja kosong. Cukup bingung juga ini,” imbuh Wiji.
Sementara itu, Walikota Solo Gibran Rakabuming mengatakan pihaknya sudah meminta tambahan kuota stok gas subsidi.
“Sudah koordinasi dari seminggu yang lalu minta ditambahkan kuotanya. Tunggu aja,” tandas Gibran di Balaikota, Kamis (4/8/2022).
Dihubungi melalui pesan WA, Area Manager Comm,Rel & CSR JBT Pertamina Patra Niaga Brasto Galih Nugroho menyampaikan penambahan fakultatif stok gas elpiji 3 kg sudah dilakukan sesuai permintaan Dinas Perdagangan Pemerintah Kota Surakarta.
“Permasalahan ini sepertinya tidak bisa selesai dengan penambahan saja. Dari pihak Pertamina Patra Niaga, kami akan memperketat ke pangkalan LPG subsidi agar mayoritas penjualan LPG subsidi bisa untuk rumah tangga Surakarta,” jelas Brasto.
Sulitnya mendapatkan stok gas elpiji 3 kg ini lanjut Brasto dibutuhkan pengawasan LPG subsidi dari berbagai pihak.
“Apabila ada indikasi pengoplosan LPG subsidi ke LPG nonsubsidi, masyarakat mohon dapat melaporkan ke kepolisian. Kami juga mengajak pihak-pihak terkait untuk bersama-sama melakukan pengawasan LPG subsidi baik dari Biro Perekonomian, Disdag, dan Kepolisian,” pungkas Brasto.








