SOLO, MettaNEWS – 20 finalis Putra Putri Solo tahun 2022 mengikuti pembekalan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Solo, Kamis (4/8/2022). Di hari ke-12 ini para finalis diajak untuk lebih paham tentang pajak.
Ketua Panitia Pemilihan Putra Putri Solo, RAy Febri Hapsari Dipokusumo mengatakan para finalis digembleng lewat pembekalan ilmu dan kemampuan untuk menjadi ikon Kota Solo.
“Putra Putri Solo ini memang harus dibekali dengan berbagai macam ilmu, kemampuan, kapasitas bagi anak-anak muda untuk berkembang supaya bisa menjadi ikon Kota Solo. Kedepannya bukan tidak mungkin lagi banyak yang ngajak mereka bekerja sama,” kata Febri kepada MettaNEWS, Kamis (4/8/2022).
Untuk membekali para finalis, pihaknya mendapat dukungan dari berbagai stakeholder dan masyarakat. Menjadi kali pertama penyelenggara Putra Putri Solo bekerjasama dengan kantor perpajakan, pihaknya berharap agar para finaslis dapat menjadi role model anak muda dalam perpajakan.
“Anak-anak ini bisa menyampaikan pesan dari kantor pajak. Kalau anak muda yang berbicara kan lebih berbeda, jadi kalau mereka paham soal inklusi pajak apa pentingnya pajak, maka kesadaran paham pajak dikalangan anak muda bukanlah suatu hal yang asing lagi,” jelasnya.
Para finalis Putra Putri Solo mendapat berbagai macam pembekalan. Nantinya apa yang mereka dapat akan menjadi penilaian di malam Grand Final yang rencananya akan digelar pada, Sabtu (6/8/2022) mendatang.
“Jadi nanti di malam final pun akan diambil dari materi-materi di mana mereka berkunjung dan mendapatkan wawasan, kemarin kita ke BI, dinas pajak, OJK, Bank Jateng, semakin komplet banyak elemen masyarakt yang mendukung akan menambah velue,” terang Febri.
Pembekalan selama 14 hari lamanya diibaratkan sebagai wadah menimba ilmu atau leader camp secara cuma-cuma. Sehingga pihaknya berharap lewat pembekalan ini para finalis dapat menjadi Putra Putri Solo yang matang dalam hal berpikir dan berperilaku.
“Kesadaran pajak mereka belum ada, ya memang sesuatu yang berat tapi tadi dengan ada wawasan dan penjelasan mereka mengerti dan bahkan teman-teman bertanya hal teknis. Jadi bisa dikatakan keinginan tahuannya baik,” katanya.
Kedepannya Putra Putri Solo akan menjadi relawan yang berkecimpung di dunia perpajakan.
“Dengan paham lebih mengenal nanti kesadaran tumbuh sendiri tidak perlu dipaksa ada yang menjadi relawan pajak, ke depan kami berfikir untuk mengirim mereka kesini belajar lebih dalam lagi menjadi relawan pajak bagi mereka yang punya passion di sana ditambah mereka sudah dibekali nanti akan memiliki nilai lebih,“ bebernya.
Di tempat terpisah, salah satu finalis Putri Solo Ega Yuanti Santoso, mahasiswa ISI Solo mengaku mendapat wawasan baru tentang pajak. Keinginantahuannya pun terasah lewat pembekalan ini.
“Yang awalnya nggak tahu tentang pajak jadi lebih mengerti, tadi tanya soal pajak yang diberikan ke perusahaan yang sudah bangkrut itu bagaimana ternyata dari pihak pajaknya memberikan penjalasan kalau ada kondisi seperti itu pajak dikenakan saat perusahaan ada objeknya, kalaupun kena pas udah bangkrut itu artinya tagihan pajak yang sebelumnya belum dibayar, jadi ngerti juga sih lewat sini,” kata Ega.








