Forkopimda dan Enam Tokoh Lintas Agama Deklarasi Bersama Jaga Toleransi Kerukunan Umat di Soloraya

oleh
Deklarasi
Deklarasi Forkopimda bersama tokoh lintas agama se-Soloraya di Gedung Warastratama, Kamis (19/6/2025) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) deklarasi bersama enam tokoh lintas agama Islam, Katolik, Kristen, Konghucu, Buddha dan Hindu se-Soloraya di Gedung Warastratama, Laweyan, Solo, Kamis (19/6/2025).

Komandan Korem (Danrem) 074/Warastratama Surakarta, Kolonel Inf Muhammad Arry Yudistira mengatakan deklarasi ini bertujuan untuk menjaga kesatuan dan persatuan di Soloraya.

“Tidak hanya Kota Solo sendiri, tapi Soloraya itu mencangkup Sukoharjo, Boyolali, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, Wonogiri dan Klaten. Sehingga harapan kami seluruh wilayah ini bisa mendukung program asa cita bapak Presiden yang kedelapan. Peningkatan toleransi umat beragama,” ujarnya.

Menurutnya tingkat toleransi di Solo tinggi. Untuk itu diperlukan kerjasama semua pihak untuk menjaga bersama.

“Kami butuh rekan media, selebgram, vlogger untuk menyuarakan bagaimana pentingnya toleransi ini,” ujar dia.

Pihaknya telah memetakan semua organisasi masyarakat (ormas) untuk kooperatif mendukung dan menjaga toleransi di Soloraya. Termasuk menindak tegas aksi premanisme.

Untuk menghindari adanya gesekan antar umat beragama di Soloraya, pihaknya berkeinginan adanya penanaman rasa toleransi sejak dini.

Ia pun telah berdiskusi dengan salah satu tokoh masyarakat di Solo untuk membuat camping bhineka yang menyasar anak-anak Sekolah Dasar (SD) hingga siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Kemungkinan ke depan kita akan membuat champing bhineka. Sasaran kami nanti anak-anak SD, SMP. Di situ kami gabungkan seluruh agama yang ada di sini supaya mereka bisa mengenal, saling memahami agama satu dengan yang lainnya,” paparnya.

Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Karanganyar Khuzaini Hasan, menambahkan pihaknya bersama FKUB Soloraya akan memaksimalkan forum pertemuan rutin setiap tiga bulan demi menjaga toleransi.

“Forum FKUB Soloraya itu akan selalu bertemu tiga bulan sekali. Kami mengapresiasi sekali apa yang dilakukan oleh Forkopimda dan Danrem. Ini perlu dilakukan secara berkala,” ujar Khuxaini.

Tokoh masyarakat Surakarta, Sumartono Hadinoto yang hadir dalam deklarasi tersebut memaknai acara ini sebagai hal yang sangat dibutuhkan untuk menjaga kebhinekaan di Soloraya dan Indonesia.

“Melalui silaturahmi dan komunikasi yang baik untuk bersatu padu menjaga kebhinekaan Indonesia, maka harapannya semua konflik akan diselesaikan dengan mudah,” ujar Sumartono.