MAGELANG, MettaNEWS – Kolaborasi strategis antara dunia akademik dan pemerintah daerah kembali diwujudkan melalui pelatihan literasi digital bagi pelaku UMKM di Kota Magelang. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Magelang menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Penguatan Kapasitas Pemasaran Online bagi Pelaku UMKM Pemustaka” pada Rabu (11/6/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Trio Front One Resort Magelang ini diikuti 30 pelaku UMKM dengan latar belakang usaha beragam, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, hingga produk kreatif. Pelatihan ini merupakan bentuk nyata kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin 1 (pengentasan kemiskinan), 5 (kesetaraan gender), 8 (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi), serta 9 (inovasi dan infrastruktur).
Ketua Tim Pengabdian FISIP UNS, Sri Hastjarjo, S.Sos., Ph.D., menyampaikan bahwa pelatihan ini tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan digital peserta, tetapi juga mendorong transformasi perpustakaan menjadi pusat literasi produktif.
“Kami ingin menjembatani pengetahuan akademik dengan kebutuhan riil masyarakat. Pelatihan ini menunjukkan bahwa perpustakaan bisa menjadi ruang inklusif dan memberdayakan,” ujar Sri.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Magelang, Nurwiyono Slamet Nugroho, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya literasi digital dalam konteks inklusi sosial. Menurutnya, perpustakaan saat ini tidak lagi sebatas tempat membaca, tapi juga berperan sebagai fasilitator pelatihan keterampilan.
“Melalui program seperti ini, kami berupaya menjawab tantangan zaman dan membantu UMKM naik kelas lewat penguatan kapasitas digital,” tegasnya.
Ketua DPRD Kota Magelang, Evin Septa Haryanto, S.H., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi sinergi lintas sektor ini. Ia menyebut, pelaku UMKM membutuhkan keberanian dan pendampingan untuk menghadapi transformasi digital secara berkelanjutan.
Dalam pelatihan ini, praktisi digital marketing Luky Fitriani, S.I.Kom., M.I.Kom., memberikan materi seputar penggunaan platform media sosial seperti Instagram, Facebook, TikTok, YouTube, WhatsApp Business, hingga X (Twitter). Peserta juga dilatih membuat identitas digital melalui logo, bio profil, katalog Linktree, dan konten visual menggunakan aplikasi Canva.
Pelatihan turut mengenalkan “Checklist Siap Jualan Online” untuk membantu peserta menilai kesiapan identitas digital usaha mereka. Fokus juga diberikan pada strategi komunikasi digital, testimoni pelanggan, dan visualisasi produk untuk meningkatkan kepercayaan konsumen.
Kegiatan ini menjadi contoh konkret kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam memperkuat ekosistem ekonomi lokal berbasis literasi digital. Dampaknya diharapkan bukan hanya pada peningkatan kapasitas UMKM, tetapi juga penguatan kemitraan inklusif menuju pembangunan berkelanjutan.







