DEMAK, MettaNEWS – Pemerintah terus melakukan berbagai langkah konkret dalam penanganan banjir rob dan kemacetan lalu lintas di Sayung, Kabupaten Demak. Salah satunya dengan pemasangan pembatas beton (concrete barrier) di jalur Jl Semarang–Sayung KM 9 yang dikenal kerap mengalami kemacetan akibat aktivitas putar balik kendaraan.
Langkah ini merupakan bentuk dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terhadap kebijakan rekayasa lalu lintas yang lebih dahulu dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Tengah. Sebelumnya, Dishub telah memasang water barrier di lokasi tersebut sejak Rabu (11/6/2025).
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.1 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY, Iwan Susanto menjelaskan bahwa dalam waktu tiga hari ke depan, water barrier yang terpasang akan diperkuat dengan concrete barrier yang lebih kokoh dan tidak mudah dipindah.
“Kemacetan yang panjang sampai Kaligawe dengan menutup ini bisa kita atasi. Memang untuk putar balik agak jauh di KM 12, ke U-Turn yang kita sediakan untuk manuver. Mohon masyarakat memahami, kemacetan akan kita urai dan kita selalu analisis supaya masyarakat bisa aman dan nyaman melewati Sayung ini,” ujar Iwan, Kamis (12/6/2025).
Pemasangan concrete barrier bertujuan membatasi perputaran kendaraan di titik U-Turn yang selama ini menjadi biang kemacetan. Menurut Iwan, penggantian pembatas baru akan dilakukan setelah median putar balik baru selesai dibangun di titik 8/100, tepatnya di depan gapura perbatasan Semarang–Demak.
“Biasanya kan water barrier bisa digeser-geser. Tapi nanti kita gunakan concrete barrier yang memang berat, supaya tidak mudah dipindah. Setelah kita uji satu sampai dua bulan, kalau terbukti efektif mengurai kemacetan, akan kita permanenkan,” jelasnya.
Menanggapi rencana penyampaian aspirasi warga di lokasi terkait banjir rob dan dampak rekayasa lalu lintas, Iwan menyatakan tidak mempermasalahkan. Ia menegaskan bahwa setiap warga memiliki hak menyampaikan pendapat sepanjang sesuai aturan hukum.
Di sisi lain, Kepala Dishub Jateng, Arief Djatmiko menambahkan, penutupan U-Turn di depan Pabrik Polytron tersebut telah melalui pertimbangan matang untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas. Selain pemasangan water barrier, Dishub juga menyiagakan petugas untuk mengatur lalu lintas di lokasi tersebut.
Langkah terintegrasi ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka menengah dalam mengurai kemacetan di kawasan terdampak rob Sayung yang selama ini menjadi titik rawan kemacetan dan banjir.







