Festival Kuliner Solo Paragon Dipisah, 26 Tenant di Grand Atrium, 19 Lainnya di Loby Parkir 2

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Festival Kuliner Cap Go Meh yang digelar di Solo Paragon Mall menuai protes dari organisasi masyarakat (ormas) terkait keberadaan tenant non-halal. Festival dari Jangkrik Kuliner yang berlangsung dari 12 hingga 16 Februari ini menghadirkan 45 kuliner viral dari berbagai daerah, termasuk makanan halal dan non-halal.

Deputy Direktur Operasional Solo Paragon Mall, Veronica Lahji, menyatakan bahwa pihaknya telah mengikuti arahan kepolisian untuk memisahkan area halal dan non-halal demi menjaga ketertiban.

“Kami mengikuti panduan dari aparat keamanan. Area non-halal ditempatkan di Lobi Parkir 2 dengan akses khusus dan petugas yang berjaga untuk memastikan hanya pengunjung yang sesuai yang dapat masuk,” jelasnya.

Namun, meskipun sudah diatur sedemikian rupa, tetap ada pihak yang menyampaikan keberatan atas kehadiran tenant non-halal dalam festival ini. Akibatnya, terdapat beberapa penyesuaian, termasuk penutupan area non-halal dengan tenda tertutup serta pembatasan akses bagi pengunjung tertentu. Tenant non-halal juga baru diperbolehkan beroperasi mulai 13 Februari agar tidak bersamaan dengan tenant halal.

Salah satu pengunjung, Karin dari Nusukan, Solo, mengungkapkan kebingungannya saat mencari tenant non-halal.

“Tadi jam 10.15 pagi saya datang, tapi ternyata belum buka. Ada yang bilang lokasinya di depan, saya cek ternyata satpam bilang juga belum buka. Harusnya sih enggak perlu dipermasalahkan, ini kan soal pilihan masing-masing,” ujarnya.

Festival kuliner ini menarik perhatian karena menyajikan makanan viral dari berbagai kota, seperti Klepon Gianyar Bali, Kwetiau khas Penang, dan beragam hidangan lainnya. Pihak penyelenggara berharap acara tetap bisa berjalan lancar.