Fasilitasi Petani Kendal Ekspor Alpukat ke Abu Dhabi, Jokowi : Repeat Order Capai 400 Kg

oleh
oleh
Jokowi dan petani Kendal persiapkan alpukat untuk ekspor ke Abu Dhabi, Selasa (4/3/2025) | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali berkunjung ke Kendal untuk memastikan kesiapan ekspor alpukat dari Desa Peron ke Abu Dhabi. Produk tersebut mendapat apresiasi tinggi karena kualitasnya yang baik, terbukti dengan adanya repeat order sebanyak 400 kg.

“Kami memastikan bahwa produk yang dibawa ke Abu Dhabi sangat diapresiasi. Jika nantinya order besar, produk dari Desa Peron harus benar-benar siap, dari manajemen panen hingga quality control,” ujar Jokowi saat ditemui di kediaman, Rabu (5/3/2025).

Karena sudah masuk ke jaringan Lulu Supermarket, Jokowi menekankan pentingnya pengelolaan yang hati-hati, termasuk proses pengepakan yang benar serta ketersediaan gudang besar untuk penyimpanan. Jokowi juga menyoroti skala bisnis yang besar karena pembeli utama, Lulu Hypermarket, memiliki sekitar 250 outlet.

“Bayangkan jika setiap outlet mengambil 10 kg per hari, itu sudah 2.500 kg. Ini membutuhkan manajemen yang baik,” tambahnya.

Saat ini, pengiriman tahap awal sebanyak 150 kg sudah dilakukan, dengan tambahan repeat order 400 kg. Jokowi optimistis jumlah ini akan terus bertambah seiring meningkatnya kepercayaan pasar terhadap produk lokal Indonesia.

“Sudah kirim 150 Kg, kirim lagi 400 Kg repeat ordernya, akan membesar. Proses awalnya biasanya dalam bisnis akan seperti itu. Pengenalan pada konsumen, pengenalan kualitas, kalau ada repeat order biasanya harus hati-hati larena akan ada order yang lebih gede gitu. Kalau kualitasnya saya lihat sendiri bagus, saya bandingkan dengan produk yang ada di sana,” bebernya.

Selain alpukat, Jokowi juga menyinggung potensi ekspor produk lain seperti gula aren, namun masih perlu perbaikan dalam kualitas dan produksi sebelum bisa dipasarkan ke luar negeri.

“Yang gula aren belum, kemarin saya membawa Doktor Willy Smits dalam rangka itu. Itu juga perlu persiapan, perbaikan-perbaikan dari sisi kualitas produk, dari sisi produksi semuanya perlu kita lihat dan diperbaiki,” pungkasnya.