Elegan, Crinkle dan Gamis 2 In 1 Bakal Jadi Tren Busana Muslim Ramadan 2022

oleh
tren
Tren busana muslim Ramadan 1443 H di Pasar Klewer, Minggu (17/4/2022) | MettaNEWS /Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS –Perayaan Idul Fitri 1443 H kurang dua pekan lagi. Segala persiapan dilakukan oleh umat muslim termasuk dalam hal berpakaian. Saat perayaan Idul Fitri, selain menjadi momen terbaik bagi umat muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah, momen ini juga bisa dimanfaatkan untuk lebih sering berkumpul bersama keluarga dan kerabat. Tak heran, pakaian terbaik akan dipilih untuk melengkapi waktu bersama tersebut.

Tren busana saat Ramadan pun silih berganti seiring perkembangan zaman. Untuk itu, bisanya setiap daerah memiliki tempat sebagai acuan dalam berbusana. Termasuk bagi wong Solo, salah satu pasar yang menjadi kiblat fashion yakni Pasar Klewer. Keberadaan pasar Klewer ini sangat berpengaruh terhadap tren busana muslim setiap tahunnya. Tidak hanya bagi warga Solo, pembeli dari berbagai daerah pun juga berdatangan untuk mendapatkan produk dari pasar yang satu ini.

Pasar Klewer sebagai salah satu penyedia pakaian grosir terbesar di Solo, menjadikan tempat ini paling banyak dikunjungi saat menjelang lebaran. Tidak hanya bagi para pedagang yang mencari barang grosir, pembeli perorangan pun juga banyak yang membeli dalam jumlah banyak untuk keperluan Ramadan.

Dilandra Destran (24), salah satu penjual pakaian muslim di Pasar Klewer, menyebut tren busana muslimah Ramadan kali ini yang sedang banyak dicari pembeli adalah gamis 2 in 1 berbahan crinkle maupun ceruti. Merupakan tempat grosir, pakaian di tokonya dijual dengan harga yang miring.

“Tren Ramadan terbaru yang muncul crinkle, kalau ceruti udah dari tahun kemarin, sekarang tren lagi. Offline atau online juga orang-orang nyarinya ini.  Harganya disini lebih miring kalau dibandingkan di online. Untuk harga gamis ceruti ada yang Rp 125.000 ada yang Rp 135.000 yang pakai renda dengan ukuran S, M, L dan XL. Naiknya tiap ukuran Rp 5 ribu, kalau S Rp 125.000, M Rp 130.000 dan seterusnya. Kalau yang 2 in 1 itu kaya dua gamis harganya Rp 135.000 sampai Rp 145.000,” tutur Dila, sapaan akrabnya saat ditemui di tokonya, Jumat (15/4/2022).

Untuk tren pakaian muslimah jenis gamis tahun ini, Dila menyebut gamis 2 in 1 menjadi yang paling favorit. Dengan perpaduan dua gamis dalam satu jenis, gamis 2 in 1 dapat dilepas pasang sehingga memungkinkan penggunanya untuk memanfaatkan sebagai dua gaya yang berbeda.

Tren busana muslim Ramadan 1443 H di Pasar Klewer, Minggu (17/4/2022) | MettaNEWS /Adinda Wardani

“Dua gamis bisa dilepas, jadi kalau punya inner sendiri bisa dipakai dua gaya. Kalau dulu ceruti sama tile trennya,” ucapnya.

Sebelumnya tren busana muslimah lebih banyak ke bahan tile. Namun karena bahan tile lebih identik untuk acara formal seperti kondangan, Dila menyebut tren ini tergantikan oleh gamis crinkle dan 2 in 1.

“Sebelum Ramdan, bahan tile ini banyak yang nyari buat kondangan atau sarimbit (pakaian kondangan sepasang. Kalau bahan ini malah banyak yang nyari pas abis Ramadan. Banyak gelaran pernikahan,” sebut Dila.

Tren gamis crinkle, 2 in 1 maupun ceruti bisa dikenakan oleh semua kalangan. Dalam hal permintaan selama Ramadan, Dila menyebut mengalami kenaiakan yang cukup signifikan di pekan kedua Ramadan tahun ini.

“Permintaan kali ini lumayan daripada Ramadan tahun kemarin. Jadi kita restock lagi setiap jenisnya. Tapi kadang beda model kadang juga sama, tergantung stok dari sana adanya apa. Kalau permintaannya sini kebanyakan grosir, tapi ecer juga ada. Kebanyakan sini dijual lagi di online atau di toko-toko,” tutur Dila.

Terlebih saat lebaran, Dila memprediksi permintaan untuk jenis gamis yang sedang tren mengalami banyak peningkatan. Hal ini karena banyaknya pembeli yang berdatangan setelah dilonggarkannya lebaran tahun ini.

“Nanti juga mau nambah stok buat persiapan lebaran. Datengnya sini senin sama kamis, tiap 2 kodi itu habis semua. Minimal dalam sehari dapet Rp 300.000 sampai Rp 500.000,” sebutnya.

Dila menyebut warna pastel menjadi pilihan warna favorit yang banyak dicari pembeli dari kalangan anak muda. Meskipun Ramadan identik dengan warna putih sebagai tanda suci,

“Kalau pas habis lebaran itu banyak yang nyari pakaian batik yang identik sama Solo buat oleh-oleh pemudik,” ucap Dila.

Selain menjual dalam bentuk pakaian jadi, tokonya juga melayani pemesanan busana untuk keperluan pernikahan, pengajian maupun keluarga.

“Ada yang kami buat sendiri di pabrik, tapi ada juga yang ngambil dari sitributor luar,” ucapnya.

Saat lebaran di bulan Mei mendatang, Dila menyebut pihak Pasar Klewer akan meliburjab pedagang selama dua hari.

“Libur dua hari tapi setiap toko beda-beda. Kalau sini nggak nentu kadang dua sampai tiga hari, tapi weekend tutup. Sini ramainya pas senin, kalau jam bukanya jam 09.00 WIB sampai 16.00 WIB,” pungkasnya.