SOLO, MettaNEWS – Pada tahun 2021 lalu, Komunitas Sekar Lepen Keprabon menginisiasi pembersihan Kali Toklo yang berada di RW 05 Kelurahan Keprabon Kecamatan Banjarsari. Pembersihan kali dilakukan guna memaksimalkan fungsi kali agar dapat berdaya guna bagi masyarakat sekitar. Selain ingin mewujudkan kali yang bersih dan sehat, diubahnya Kali Toklo menjadi ruang terbuka yang nyaman ini dilakukan untuk menambah produktivitas masyarakat.
Pembersihan kali dilakukan mulai dari penyisiran sampah di sepanjang kali baik sampah rumah tangga, bangkai hewan maupun sampah tanaman seperti kayu yang berserakan. Sampah menyebabkan pemandangan Kali Toklo nampak kotor dengan warna kali menghitam.
Ketua Komunitas Sekar Lepen, Rendra menuturkan pembersihan kali tersebut merupakan media sosialisasi dan hiburan melalui pemanfaatan kali. Sekaligus menjadi program Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming, pihaknya menginginkan penambahan ruang hijau salah satunya pemanfaatan kali-kali yang ada di Solo agar dapat dimaksimalkan fungsinya seperti menyediakan tempat nongkrong bagi masyarakat dengan suasana ruang hijau. Setelah kali bersih, pihaknya melakukan pengajuan bantuan benih ikan ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Surakarta.
“Permohonan bantuan bibit ikan ini sudah sejak dua bulan yang lalu setelah proses perawatan kali ini selesai. Kami mulai proses perawatan ini sejak tahun lalu. Dimana pada sat itu Kali Toklo tidak terjamah dengan kekumuhannya sampai bisa bersih seperti ini,” ungkap Rendra saat ditemui di Kali Toklo, Rabu (30/3/2022).

Mengalami perubahan yang drastis, Rendra menyebut saat ini kondisi kali bersih dari sampah, bangkai maupun tanaman. Hal ini dikarenakan sudah tidak adanya masyarakat yang membuang sampah sembarangan ke kali setelah adanya perawtaan. Merupakan bentuk kesadaran, Rendra menyebut masyarakat sekitar sudah mengetahui akan pentingnya menjaga kebersihan kali yang berdampak baik pula ke masyarakat seperti tidak adanya bau sehingga lingungan lebih sehat.
Namun untuk kedepannya, dikhawatirkan sampah akan kembali dibuang ke kali oleh pengendara yang melewati jembatan di atas Kali Toklo. Sehingga masyarakat yang merupakan pegiat lingkungan sekitar terus memonitoring dan kontroling untuk membersihkan kali dari sampah setiap harinya. Sehingga pihaknya melakukan himbauan dan peringatan terus dilakukan masyarakat sekitar Kali Toklo agar masyarakat lain tidak mencemari kali.
Setelah proses perawatan selesai, Kali Toklo bisa digunakan sebagai tempat pembibitan benih ikan sebanyak 5 ribu. Pemberian benih ikan tersebut berlangsung pada hari ini, Rabu (30/3) bersama Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Surakarta.

Menjadi kegiatan yang positif, seiring berjalannya waktu, proses perawatan ini mendapat perhatian masyarakat lain yang terinspirasi untuk melakukan hal yang sama. Saat ini Kali Toklo yang sudah nyaman tersebut sudah menjadi tempat berkumpul masyarakat untuk sekedar bersantai.
“Warga sekitar menanggapi ini sebagai hal yang baik. Sehingga mereka mensupport kegiatan ini dengan berbagai cara salah satunya juga memberikan benih ikan,” tambahnya.
Sempat mengalami kendala, Rendra menyebut saat mulai musim penghujan benih ikan yang sebelumnya didapatkan dari masyarakat hanyut hilang tanpa sisa. Hal ini karena curah hujan yang tinggi membuat ikan-ikan di kali terbawa arus.
“Benih pertama yang kita tebar itu dulu hilang tersapu banjir. Jadi sekarang memasuki musim kemarau kami menggunakan jaring sampah besi biar nanti setelah tebar benih lalu memasuki musim penghujan, kami sudah mengantisipasinya. Lalu memasuki waktu 5 sampai 6 bulan kami lakukan pengangkatan jaring sampah besi tersebut agar aliran sungai tidak terhambat,” tutur Rendra.
Pemberian benih ikan yang akan dijadikan budidaya ini kedepannya dapat menjadi penambah penghasilan Kelurahan Keprabon. Untuk perawatan jangka panjang, Rendra menyebut akan menjaga benih ikan melalui budidaya pemberian pelet lembut.
“Ke depan tujuannya untuk menambah penghasilan, karena dengan kondisi pandemi kemarin masyarakat sangat terdampak. Jadi ini bisa menjadi bagian dari sebuah program kecil untuk dimanfaatkan masyarakat,”pungkasnya.










