SOLO, MettaNEWS – Ribuan pecinta musik cadas hadir dalam festival musik Rock In Solo (RIS) di area Benteng Vastenburg Surakarta, Minggu (30/10/2022). Mengenakan pakian serba hitam, para metalhead ini tampak sesekali crowd surfing atau moshing di depan dua panggung besar A dan B.
Rock In Solo 2022 jadi pelepas kerinduan para metalhead yang sudah menanti-nantikannya selama 7 tahun. Jelas saja, terakhir Rock In Solo ini digelar di tahun 2015 silam. Panjangnya masa vakum itulah yang membuat para mentalhead menumpahkan kegirangannya di RIS 2022.
Hiatus panjang tersebut akhirnya mampu dibayar dengan penampilan dua band metal asal Amerika sebut saja Fit For An Autopsy dan Suffocation. Juga dengan band metal lokal seperti Navicula asal Bali, Extreme Decay asal Malang, Serigala Malam asal Jogja, Paranoid Desire, Down for Life asal Solo, dan Pure Wrath yang juga tampil memuaskan.
Salah satu yang hadir dalam konser musik cadas ini ialah Angga Samuel (26). Warga asal Sukoharjo ini mengaku begitu menanti-nantikan Rock In Solo yang menghadirkan salah satu band favoritnya, Down For Life.
“Hari yang luar biasa bisa hadir di Rock in Solo 2022. Spesial sekali yang dinantikan kalau dari Kota Solo saya menantikan Down for Life karena di sini ikut sejak zaman SMP sampai sekarang, masih sama energinya luar biasa sekali,” kata Samuel.
Baginya Down For Life mampu tampil apik dengan lagu-lagunya seperti Babi Neraka maupun Menuju Matahari. Terlebih band yang digawangi Dewan Jenderal RIS, Stephanus Adhie, Down for Life itu mengajak seniman musik asal Solo Gondrong Gunarto untuk berkolaborasi pada RIS 2022.
“Hal-hal yang kaitannya dengan lagu di sini tadi ada pasukan Babi Neraka, flashback ke aransemennya yang keren sekali dari Menuju Matahari kolaborasi yang sangat indah sekali. Keren, wow,” terangnya.
Menurut Samuel RIS 2022 dikemas dengan megah lewat dua panggung besar A dan B. Penonton pun dapat puas menyaksikan lineup yang tampil di atas panggung besar tersebut. Pun dengan penampilan dua band cadas asal luar negeri yang begitu gahar menurutnya.
“Band luar negeri semua oke keren banget kelasnya juga sudah internasional. Tata letak panggung besar sekali ini kaitannya dengan event yang ada di Solo ini mungkin jadi panggung yang paling besar di festival musik Solo dari sebelumnya. Kalau event-event kan juga ada tuh di Solo tapi yang saya lihat ini yang paling besar karena ada dua stage,” jelas Samuel.
Baginya pemilihan Benteng Vastenburg sangat tepat dengan tagline yang diusung RIS 2022 “Karena Sejarah Belum Selesai Ditulis”. Tak berbeda dengan lokasi yang syarat akan nilai sejarah, RIS seyogyanya mampu menjadi event yang dapat terus mengukir sejarah musik di Kota Bengawan.
“Konsepnya sangat budaya banget ada Rajamalanya intinya keren. Terlebih support dari Pemerintah Kota Solo yang juga baik. Yang jelas maju terus untuk Rock In Solo 2023 mendatangkan band-band papan atas dalam arti mancanegara yang lebih luar biasa lagi. Keren sih Rock In Solo, top,” tutur Samuel.
Bagi Sam, RIS 2022 benar-benar bisa menjadi obat rindu bagi mentalhead sepertinya. Atmosfer musik keras yang lama ditunggu-tunggu akhirnya terselenggara dengan apik dan mengejutkan.
“Ini mengobati kerinduan musik cadas semuanya ramai terlebih lagi luar kota mungkin dari luar negeri juga datang dalam arti penikmat musim cadas seperti ini jadi tadi juga banyak ketemu teman-teman luar kota, keren jadi haritage tersendiri terlebih bagi event Rock In Solo,” tukasnya.









