SOLO, Metta NEWS – Dokter legendaris Kota Solo, Dr. Lo Siauw Ging, MARS atau yang terkenal dengan sapaan dokter Lo kembali dirawat di RS. Kasih Ibu Solo. Dokter sepuh berusia 88 tahun itu kembali dirawat sakit setelah jatuh di rumahnya dari kursi roda, Kamis (5/5/2022) siang.
Dr. Lo yang dikenal dermawan karena sering menggratiskan biaya berobat bagi pasiennya ini sejak dua hari terakhir terbaring di Rumah Sakit Kasih Ibu, Jalan Slamet Riyadi, Solo.
Insiden yang terjadi di kediaman dr Lo ini membuatnya harus dirawat intensif karena terjadi robekan pada pelipis. Setidaknya sebanyak 3 hingga 4 jahitan dilakukan pihak dokter yang menangani Dr, Lo.
Manajer Humas RS Kasih Ibu, Dr. Divan Fernandes, menuturkan kronologi insiden yang menimpa Dr. Lo. Pihaknya pun telah melakukan scan otak pada kepala Dr. Lo dan mendapatkan hasil yang baik.
“Kejadiannya kemarin siang, jatuh dari kursi roda nggak sengaja tergelincir terus kena pinggiran kolam ada luka robek di pelipis. Sudah di scan otak kepala semuanya baik baik saja. Hanya luka robek saja. Saat ini sedang pemulihan dan kondisi stabil,” tutur Dr. Divan saat ditemui di RS Kasih Ibu Solo, Jumat (6/5/2022).
Usai penanganan scan otak, pihaknya menyebut hingga saat ini, Jumat (6/5) kondisi Dr. Lo sudah berangsur membaik.
“Kondisi saat ini stabil sudah sadar dari kemarin juga sadar. Jadi nggak ada yang perlu dikhawatirkan sebagaimana karena kondisinya baik,” jelasnya.
Disebutkan Divan, diperkirakan pada Sabtu (7/5) esok atau lusa Dr. Lo sudah diperbolehkan pulang ke kediamannya. Dikarenakan faktor usia, Dr. Lo mengalai permasalahan kesimbangan hingga menyebabkan dirinya jatuh.
“Tergantung dokter yang merawat. Karena usia sudah 88 tahun, tahun ini kalau usia mulai menua kan keseimbangan berkurang. Karena ini kan keseimbangan ya itu kenapa sampai bisa jatuh,” ucapnya.
Meskipun begitu, pihaknya menjelaskan tidak diperlukan perawatan khusus untuk luka yang dialami Dr. Lo.
“Tidak ada perawatan khusus untuk Dr. Lo setelah ini. Hanya pemulihan luka robek jahitan. Memang ada riwayat penyakit sebelumnya ini berobat seperti biasa. Memang berobat kesini,” ungkapnya.
Sementara itu, Drg Haryani, Supervisor Marketing RS Kasih Ibu Solo menuturkan kesehatan Dr. Lo mengalami permasalahan sejak beberapa waktu terakhir. Pernah mengalami sakit stroke yang menyebabkan gangguan gerak pada lengan kanan, akhirnya setelah dilakukan fisioterapi Dr. Lo dapat menulis resep kembali.
“Sebelum pandemi ini pernah kena diare dan anemia. Sampai tambah darah, setahun yang lalu. Beberapa waktu yang lalu pernah stroke, ada diabet juga. Mulai umur 80 tahun itu kena diabetes,” ucap Haryani.
Dalam kondisi yang sempat sakit, Dr. Lo masih menjalankan tugas mulianya yakni memberikan pelayanan pengobatan dengan membuka praktik di RS Kasih Ibu Solo.
“Selama pandemi dr Lo masih praktik di RS Kasih Ibu seminggu 3 kali. Di rumah juga masih praktik setiap hari pagi sore. Kalau di RS seminggu 3 kali tapi kalau di rumah setiap hari. Dr Lo ini beberapa tahun yang lalu jatuh, tulangnya meleset. Terus karena usia tidak dioperasi ulang. Jadi memakai kursi roda sejak saat itu sejak beberapa tahun,” terangnya.
Haryani menuturkan pihaknya berencana untuk melakukan fisioterapi pada Dr. Lo untuk melatih gerak.
“Dr. Lo ini sudah dua tahun tidak fisioterapi karena pandemi. Sehingga otot-ototnya kaku. Terus hari ini (Jumat, 6/5) direncanakan oleh dokter yang menangani untuk mulai fisioterapi pasif. Jadi di ranjang dilatih digerakkan oleh fisioterapinya,” tuturnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Kota Solo, Sumartono Hadinoto menambahkan dr. Lo adalah seorang yang mempunyai jiwa sangat sosial.
“Orang Solo tentunya tahu siapa dr. Lo, dan lagi dr. Lo merupakan seorang yang mau menjadi saluran berkat bagi orang lain,” tutur Sumartono yang juga merupakan pengurus Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) ini.
Sumartono mengungkapkan, Dr. Lo terkenal sebagai dokter yang murah hati, mau melayani siapapun tanpa membedakan pasien dari suku, agama dan golongan.
“Semua diberi pelayanan medis dengan sepenuh hati dan banyak yang sembuh. Bahkan saya sekeluarga mulai dari ayah, ibu saya sampai sekarang cucu-cucu saya, empat generasi adalah pasien Dr. Lo,” ungkap Sumartono.
Begitu mendapat kabar Dr. Lo dirawat di RS Kasih Ibu karena jatuh, Wakil Ketua Umum PMS ini langsung membesuk ke rumah sakit.
“Jadi kalau saat ini Dr. Lo di usia ke 88 tahun masih diberi kesehatan walaupun kemarin sempat jatuh dan sakit beberapa kali, tentunya Tuhan masih menginginkan beliau jadi saluran berkat bagi wong Solo,” tutur Sumartono.
Usai menjenguk Dr. Lo di ruang Amarta Lantai 3 RS Kasih Ibu, Sumartono menjelaskan Dr. Lo dalam kondisi sadar.
“Beliau jatuh di rumahnya, dari kursi roda jatuh tengkurap, sehingga harus mendapatkan beberapa jahitan di kepala. Begitu jatuh beliau langsung dibawa ke rumah sakit. Keadaannya sadar, makanya beliau ini sangat terberkati,” pungkas Sumartono.







