SEMARANG, MettaNEWS – Komisi VIII DPR RI memuji respons cepat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menangani bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, yang melanda sejumlah daerah. Pemprov Jateng dinilai “sat set” dan gercep dalam menanggulangi bencana, dengan dukungan kuat dari budaya gotong royong masyarakat.
“Banyak laporan dari warga menyebutkan penanganan bencana dilakukan dengan cepat dan tepat,” tandas Atalia Praratya, anggota Komisi VIII DPR RI, saat kunjungan kerja pengawasan dan kesiapsiagaan penanggulangan bencana di Kantor Gubernur Jateng, Kamis (22/1/2026). Atalia mendorong penguatan kesiapsiagaan masyarakat dan pengarusutamaan semangat tangguh bencana.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi VIII DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Abdul Wachid menyalurkan bantuan senilai Rp1,946 miliar, berupa paket makanan siap saji, tenda, kasur, selimut, dan family kit.
Selain itu, BNPB menyerahkan satu unit mobil rescue senilai Rp695 juta kepada BPBD Provinsi Jawa Tengah untuk menunjang operasional penanggulangan bencana.
Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan apresiasi atas perhatian DPR RI dan pemerintah pusat. Ia menegaskan Jawa Tengah memiliki risiko bencana kategori sedang dengan 14 potensi ancaman, mulai dari hidrologi, geologi, hingga nonalam, sehingga provinsi ini kerap disebut sebagai “mal kebencanaan”.
Dalam tiga tahun terakhir, Pemprov Jateng meningkatkan anggaran penanggulangan bencana dari Rp18,4 miliar pada 2024, menjadi Rp19 miliar di 2025, dan Rp20,4 miliar pada 2026. Namun, anggaran tersebut masih belum mencukupi kebutuhan di lapangan. Taj Yasin mencontohkan, penanganan longsor di satu titik Kabupaten Kudus saja membutuhkan Rp10 miliar, kondisi serupa terjadi di Jepara dan Pekalongan.
Berdasarkan data BPBD Provinsi Jateng, periode 1–18 Januari 2026 telah terjadi 30 kejadian bencana, terdiri dari 16 banjir, enam tanah longsor, tujuh cuaca ekstrem, dan satu kebakaran.
“Dukungan pemerintah pusat dan semangat gotong royong masyarakat menjadi kunci penanganan bencana yang cepat dan tepat,” pungkas Taj Yasin.







