SOLO, MettaNEWS – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Surakarta mengadakan penyusunan program Gaes Lurahe Penak’. Sebagai antisipasi kekerasan pada anak dan perempuan. Lewat program ‘Gaes Lurahe Penak’ Kelurahan Keluarga Berkualitas Ramah Perempuan dan Peduli Anak. Program ini berspektif keluarga, gender dan pemenuhan hak anak.
Kegiatan yang mengarah pada tujuan keluarga berkualitas ramah perempuan dan peduli anak berbasis kelurahan ini diikuti oleh 5 kelurahan di Solo, yang berlangsung di Bale Tawang Arum Balai Kota Solo, Kamis (21/6/2024).
Kepala DP3AP2KB Purwanti menyebut kelurahan adalah kunci untuk mewujudkan keluarga berkualitas.
“Kalau ingin keluarga berkualitas skala kota kuncinya dimulai dari keluarga tingkat kelurahan dulu. Output utamanya adalah mereka itu yang pertama harus mampu untuk melakukan identifikasi isu-isu yang terkait dengan permasalahan permasalahan indikator keluarga berkualitas. Seperti pemenuhan hak anak dan perlindungan perempuan ” kata Purwanti.
Purwanti mengatakan 5 kelurahan yang menjadi peserta ini adalah kelurahan dengan potensi kasus paling banyak di Solo. Kelima kelurahan tersebut adalah Kelurahan Mojo, Joyontakan, Sumber, Karangasem dan Jebres.
“Tentunya masalah-masalah di masing-masing kelurahan punya potensi sumber daya yang ada tentunya berbeda-beda. Oleh karena itu di kesempatan ini nanti kami berharap memberikan respon yang positif. Kemudian juga turut berperan aktif dalam proses penyusunan rencana aksi. Karena nanti rencana aksi ini juga menjadi bagian dari monitoring kita nantinya,” beber Purwanti.
Dari masing-masing kelurahan tersebut melakukan identifikasi isu yang dirasakan oleh masyarakatnya.
“Dari hasil identifikasi masalah ini yang sebagai bahan advokasi ke Lurah yang akan diproses untuk penganggaran,” jelas Purwanti.
Pada giat ini DP3AP2KB menggandeng Pusat Penelitian Kependudukan dan Gender LPPM UNS, Dr. Rina Herlina Haryanti. Serta dari Indo Multi Talenta, Joko Sulistiono.








