Dosen HI UNISRI Jalani Ujian Tertutup Doktoral di UMY, Hadirkan Akademisi Boston University sebagai Penguji

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWSUniversitas Slamet Riyadi (Unisri) kembali mencatat capaian akademik melalui salah satu dosennya, Halifa Haqqi, yang menjalani Ujian Tertutup Program Doktor (S3) Ilmu Politik Islam pada Jumat, 20 Februari 2026 di Ruang Sidang Doktoral Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Dalam sidang tersebut, Halifa mempresentasikan disertasi berjudul “Konstruksi Diskursus Moderasi Islam di Kota Solo Tahun 2019–2024.”

Penelitian ini mengkaji bagaimana narasi moderasi Islam terbentuk dan berkembang dalam ruang sosial-politik Kota Solo, serta menyoroti pergeseran konstruksi identitas keagamaan masyarakat dari citra eksklusif menuju praktik keberagamaan yang lebih inklusif dan dialogis.

Ujian tertutup ini menghadirkan tim penguji dari berbagai perguruan tinggi nasional dan internasional, yakni Dr. Hasse Jubba, M.A., Prof. Dr. Zuly Qodir, M.Ag., Dr. Sugeng Riyanto, M.Si., dan Dr. Suswanta, M.Si. dari UMY; Hakimul Ikhwan, M.A., Ph.D. dari Universitas Gadjah Mada; serta Prof. Robert W. Hefner dari Boston University, Amerika Serikat.

Keterlibatan Prof. Robert W. Hefner menjadi perhatian tersendiri mengingat reputasinya sebagai akademisi internasional dalam studi Islam, demokrasi, dan masyarakat sipil di Asia Tenggara. Kehadirannya mencerminkan tingginya relevansi kajian moderasi Islam di Indonesia dalam percakapan ilmiah global.

Melalui pendekatan kualitatif, disertasi tersebut menyimpulkan bahwa moderasi Islam di Kota Solo merupakan proses sosial yang dinamis dan tidak tunggal. Diskursus moderasi terbentuk melalui interaksi berbagai aktor lokal, mulai dari organisasi keagamaan, pemerintah daerah, hingga komunitas masyarakat sipil, baik di ruang publik maupun arena digital.

Penelitian ini juga mengidentifikasi sejumlah tantangan, seperti resistensi kelompok konservatif, polarisasi di ruang digital, serta potensi instrumentalisasi politik terhadap isu keagamaan. Temuan tersebut menegaskan bahwa moderasi Islam bukanlah kondisi statis, melainkan proses sosial berkelanjutan yang terus diproduksi melalui praktik sosial dan diskursus publik.

Sebagai dosen Program Studi Ilmu Hubungan Internasional UNISRI, capaian akademik Halifa Haqqi diharapkan semakin memperkuat kontribusi institusi dalam pengembangan kajian hubungan internasional, politik Islam kontemporer, serta isu moderasi beragama yang relevan di tingkat nasional maupun global.

Partisipasi dosen UNISRI dalam forum akademik doktoral bertaraf internasional ini sekaligus menjadi wujud komitmen universitas dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, riset, dan reputasi akademik di level nasional dan internasional.