SOLO, MettaNEWS – Dr. Roni Zakaria Raung, lulusan Program Studi Doktor Teknik Industri (PSDTI) Fakultas Teknik UNS, meraih gelar doktor setelah mempertahankan disertasinya berjudul Pengembangan Model Kebijakan Subsidi pada Pasar Sepeda Motor Listrik di Indonesia Menggunakan Simulasi System Dynamics.
Penelitian ini memetakan dan memproyeksikan pasar sepeda motor listrik di Indonesia dengan menganalisis 72 skenario kebijakan untuk menemukan kombinasi subsidi dan insentif paling efektif.
“Dengan kebijakan yang berlaku saat ini, target adopsi motor listrik nasional pada 2030 hanya akan tercapai 15,9 persen. Ini menjadi alarm bahwa intervensi pemerintah harus diarahkan ulang secara cermat dan berbasis data,” tegas Dr. Roni.
Model yang dikembangkan mengadaptasi Powertrain Technology Transition Market Agent Model (PTTMAM) yang sebelumnya digunakan untuk kendaraan listrik roda empat, lalu dimodifikasi untuk sepeda motor listrik yang lebih dominan di Indonesia. Analisis ini melibatkan empat aktor pasar: pengguna, produsen, penyedia infrastruktur, dan pemerintah, serta memasukkan variabel perilaku seperti willingness to consider, biaya kepemilikan total, gaya hidup, dan kesadaran lingkungan.
Dari 72 skenario yang diuji, terdapat tiga alternatif kombinasi kebijakan yang mampu mempercepat pencapaian target 13 juta unit sepeda motor listrik. Skenario paling efisien adalah pemberian subsidi pembelian 7 juta unit disertai insentif tarif listrik 30%, pencabutan subsidi BBM, dan penalti emisi karbon Rp 1.000/kg CO₂, tanpa kewajiban pembangunan charging station di provinsi. Strategi ini diproyeksikan mampu memenuhi target pada 2035 dengan beban biaya pemerintah paling rendah.
Hasil riset ini telah terbit di jurnal internasional bereputasi Q1, Transportation Research Interdisciplinary Perspectives. Keberhasilan Dr. Roni menegaskan komitmen UNS dalam mendukung program net zero emission, transisi energi, dan implementasi transportasi ramah lingkungan yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Energi Bersih dan Terjangkau.
“Model ini bukan hanya untuk kajian akademis, tetapi dapat menjadi alat bantu keputusan bagi pemerintah serta peta jalan bagi produsen dan pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem kendaraan listrik nasional,” pungkas Dr. Roni.








