SOLO, MettaNEWS – DKV ISI Surakarta memamerkan karya font di lobi Gedung V Jurusan Desain, FSRD ISI Surakarta di kampus Mojosongo yang diselenggarakan pada 5 -6 Januari 2023.
Sebanyak 70 karya font sebagai tugas akhir mata kuliah Tipografi Nusantara DKV ISI Surakarta ini mengangkat tema adaptasi dari inisial nama mahasiswa dengan hewan.
Tugas mata kuliah ini yang diampu oleh ketiga dosen yakni Dr. Taufik Murtono, Ipung Kurniawan Yunianto dan Indriati Suci Pravitasari.
Dosen pengampu tugas akhir Tipografi Nusantara, Ipung Kurniawan Yunianto menjelaskan dalam proses perancangannya mahasiswa menggali sifat dan karakter dirinya masing-masing dan kemudian dicari kesamaannya dengan binatang yang memiliki kesamaan dengan sifat dan karakter diri mahasiswa tersebut.
“Tema yang diangkat ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran serta kepedulian mahasiswa terhadap binatang. Harapan dari pameran karya ini adalah agar kita dapat lebih menghargai setiap karya yang tercipta dari para artis, karena dibalik karya indah yang disajikan terdapat proses yang cukup panjang sehingga membuatnya menjadi menarik,” papar Ipung.
Pameran yang memajang sekitar 70 total karya yang disiapkan dari penugasan akhir mata kuliah ini menarik untuk ditonton.
“Dari karya tersebut terlampir pula visual mengenai inisial nama panggilan mahasiswa yang divisualkan menyerupai binatang,” tutur Ipung.
Ipung menyampaikan lewat beragam warna-warni dan jenis tshirt sebagai media menampilkan karya unggulan yang ditampilkan di awal tahun 2023 ini merupakan bagian tugas dari mata kuliah Tipografi Nusantara.
“Pameran yang mengusung tema Binatang & Inisial Nama yang dicetak dalam sebuah tshirt ini memajang karya terbaik mahasiswa semester III,” jelas Taufik.
Menurut Ketua Panitia Pameran Pisteo Gabriel Tori, pemilihan media berupa tshirt ini menjadi tantangan tersendiri sebagai medium berkarya khususnya dalam merancang font.
Salah satu dosen pengampu mata kuliah Tipografi Nusantara, Taufik Murtono menambahkan pameran ini merupakan bagian pembelajaran dalam semester III.
“Dengan harapan dari pameran ini sebagai pembuktian bahwa pameran ini menghasilkan karya-karya yang bermanfaat dan bisa dipertanggungjawabkan,” pungkas Taufik.








