SOLO, MettaNEWS – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Solo, melakukan vaksin ke 10 kerbau albino atau kebo bule Keraton Surakarta yang dalam keadaan sehat pada Sabtu, (23/7/2022) pagi. Vaksinasi ini dilakukan dengan mendahulukan kerbau yang ada di Sitinggil Kidul atau Selatan.
Sebelum dilakukan penyuntikan vaksin, petugas terlebih dahulu melakukan pengecekan suhu dan melihat gejala klinis mulut kerbau pada ke empat kerbau yang ada di Sitinggil Selatan yang terbagi menjadi 2 kandang dengan usia sekira 2-3 tahun.
Selanjutnya, dokter hewan yang melakukan penyuntikan mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) sebelum melakukan vaksinasi. Tujuannya agar petugas tak membawa virus PMK yang bisa saja terbawa dari pemeriksaan wilayah PMK.
Agus Sasmito Kepala Bidang Veteriner DKPP mengatakan pihaknya melakukan vaksinasi ke 10 kerbau yang sehat dan terbebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Sedangkan 7 kerbau yang terkena PMK dilakukan isolasi.
“Kami dari tim DKPP, Polresta, dan pihak keraton melakukan pengecekan kerbau yang ada di keraton, buat yang sehat kita lakukan vaksinasi, kemudian yang sakit bagi yang bergejala PMK kita isolasi di kandang sebelah selatan,“ kata Agus kepada awak media usai melakukan vaksin di Sitinggil Selatan, Sabtu (23/7/2022).
Setelahnya pihak DKPP akan melihat perkembangan hingga 5-6 hari kedepan. Agar kesehatan kerbau tak semakin menurun, pihaknya tak menyarankan untuk tetap melibatkan kerbau dalam Kirab 1 Sura. Terlebih kerbau-kerbau tersebut dikatakannya masih dalam masa pemulihan.
“Kita lihat perkembangan hingga Kamis atau Jumat, kalau dipakai di kirab kasihan juga kan masa pemulihan, [nanti] pincangnya bukan karena PMK tetapi karena yang lain, karena baru sembuh kita paksakan untuk berjalan akhirnya sakitnya bukan karena PMK tetapi sakit yang lain,” terang Agus.
Dikatakan Agus, masa penyembuhan kerbau paling cepat memerlukan waktu hingga 14 hari tergantung pada tingkat perawatan pihak pengelola.
“Paling cepat 2 minggu, terus kemudian bisa sampai satu sampai dua bulan tergantung dengan kondisi hewan dan perawatan dari pemilik hewan, pemilik hewan yang care (peduli) seperti di keraton ini mungkin kesembuhannya lebih cepat,” tutupnya.
Selain itu pihaknya juga meminta agar pihak pengelola memperhatikan kualitas pangan dan kebersihan kandang selama PMK. Hal ini dilakukan agar daya tahan tubuh kerbaun dapat terjaga.
Untuk meningkatkan daya tahan tubuh pada ternak, pihaknya memastikan ketercukupan obat untuk ternak yang terjangkit PMK maupun ketercukupan vaksin bagi ternak yang sehat.
“Kalau untuk vaksin dan obat-obatan Insya Allah kita cukup untuk vaksinasi tahap kedua di Kota Solo. Kemarin kami minta 100 pics untuk tahap 2, nanti kami minta lagi untuk hewan lain,” kata Agus.
Untuk menggenjot vaksinasi hewan ternak, pihaknya melakukan pengajuan hingga 300 dosis. Untuk menghilangkan virus PMK, DKPP juga gencar melakukan penyemprotan disinfektan.
“Pengajuan kita 300, 200 untuk sapi kemudian kerbau, kambing, hewan, berapa kami masih menghitung karena tidak semuanya hewan dapat tervaksin, ada kriteria tertentu,” terangnya.







