SOLO–MettaNEWS – Dua proyek jembatan di Solo yakni Jembatan Jurug B dan Jembatan Mojo digarap tahun ini. Sebelumnya kedua proyek ini akan dikerjakan bebarengan namun harus diurungkan. Alasannya, ketika perbaikan Jembatan Mojo berlangsung, Jembatan Jurug jadi alternatif pengalihan lalu lintas.
Kepala Bidang Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Solo, Joko Supriyanto mengatakan proses pengerjaan Jembatan Mojo membutuhkan waktu 5,5 bulan, namun karena jadwal pengerjaan Jembatan Jurug B dimulai pada 1 Oktober, rehabilitasi atau perbaikan Jembatan Mojo direduksi (dikurangi) 1 bulan.
“Sesuai dengan kontrak kita 5,5 bulan, tetapi kita bisa mereduksi 1 bulan jadi 4,5. Karena kita betul-betul memperhitungkan antara Mojo dengan Jurug ini bersamaan, dampak yang ditimbulkan cukup tinggi apalagi dengan adanya proyek Joglo,” kata Joko saat ditemui di kantor DPUPR, Rabu (29/6/2022).
Sebelumnya perbaikan Jembatan Mojo akan selesai pada Desember 2022. Namun target percepatan dilakukan agar November nanti Jembatan Mojo sudah dapat digunakan.
Saat ini rehabilitasi Jembatan Mojo memasuki tahap pemesanan matrial pelat baja ortrotopik pada 27 Juni-24 Juli 2022. Selanjutnya, fabrikasi atau pemotongan pelat baja ortotropik dilakukan mulai 25 Juli-25 September 2022.
“Tahapannya yang sudah kita sepakati 27 Juni-24 Juli 2022 pemesanan material baja otrotropik ke sub kontraktor utamanya. Selanjutnya 25 Juli-25 September fabrikasi, sub kontraktornya sudah mulai melakukan pembuatan pelat-pelat baja ortotropik, ini yang paling krusial, sudah dilakukan pembongkaran pelat lantai beton exsisting. Jadwal ini oleh kontraktor bisa dipercepat oleh Agustus sampai dengan akhir Oktober 2022,” terang Joko.
Jika sebelumnya menggunakan plat lantai existing (lama) saat ini plat jembatan menggunakan baja ortotrotik. Yaitu baja yang terbuat tersusun atau bukan lagi plat tunggal. Pemilihan plat baja ortotropik agar saat pengerjaan tidak perlu melakukan penutupan total.
Tahapan pengerjaan selanjutnya dimulai pada 5 September-6 November 2022 dengan pembongkaran pelat lantai jembatan eksisting (lama) sesuai jadwal kontrak PT Salim Perkasa Construction. Rencananya pembongkaran ini dapat dipercepat pada pertengahan Agustus sampai dengan akhir Oktober.
Selama satu bulan itu, terdapat penutupan satu jalur jembatan dan memfungsikan lajur jembatan hanya untuk kendaraan roda 2. Di waktu ini pengiriman baja fabricator, pemasangan baja stringer dan pelat baja ortotropik Jembatan Mojo, pelapisan perkerasan aspal lantai jembatan dilakukan.
Penutupan satu jalur jembatan ini memfungsikan satu lajur jembatan dapat digunakan kendaraan roda dua. Sementara itu untuk Jembatan Jurug B, nantinya kendaraan dari arah Sragen akan menggunakan Jembatan Jurug C. Bertemu dengan megaproyek rel layang (elevated raill), khusus kendaraan berat akan dimasukkan tol.
“Kita sudah sepakat dengan Kementrian PUPR karena di tahun bersamaan juga mengerjakan pengantian Jembatan Jurug B, yang mana akan diganti nanti pengalihannya sama-sama menggunakan Jembatan Jurug C, dan juga kendaraan dari arah Sragen karena bersamaan dengan proyek Elevated Rel Joglo nanti kendaraan angkutan berat semua sudah masuk ke tol,” katanya.
Jenis kendaraan yang bisa melalui Jembatan Mojo pada saat pembangunan adalah sementara sepeda motor dan akan dievaluasi perkembangannya. Titik pengalihan arus pembangunan Jembatan Mojo di simpang terdekat yakni di Baturono dan tugu Bekonang Sukoharjo. Akhir November Jembatan Mojo diharapkan selesai dan bisa dilalui seperti semula.








