2000 Pengunjung Perhari, Taman Satwa Taru Jurug Kembali Ramai Wisatawan Saat Liburan

oleh
Keramaian di Taman Satwa Taru Jurung Rabu (29/6/22) | MettaNEWS / Kevin Rama

SOLO, MettaNEWS – Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) kembali dipadati wisatawan pada musim libur sekolah pada bulan Juni 2022 ini, bahkan setiap harinya jumlah pengunjung yang datang rata-rata sebanyak 2000 orang.

Hal itu diungkapkan oleh direktur TSTJ, Bimo Wahyu Widodo, ia mengatakan selain karena liburan Sekolah, ramai nya kembali Taman Satwa nya ini berkaitan dengan longgar peraturan dari panemi Covid-19.

“Jadi setelah 2 tahun tidak bisa kemana-mana ini menjadi momen yang bagus untuk berwisata, kami kan termasuk 3 in 1 ini, lembaga konservasi, edukasi dan rekreasi, pengunjung datang kesini memanfaatkan momen itu,” Ungkapnya saat di temui MettaNEWS, Rabu (29/6/22).

Bimo memprediksi keramaian ini akan bertahan hingga bulan Juli lantaran mengikuti jadwal masuk sekolah anak-anak.

“Prediksi kami sampai Juli nanti akan 2000 pengunjung rata-rata perhari. Kalau hari sabtu bisa 3000 pengunjung kalau hari minggu bisa lebih lagi sekitar 4500 pengunjung,” Ujarnya.

Selain itu Bimo mengungkapkan keramaian TSTJ ini sudah di mulai saat bulan Mei kemarin dimana pada bulan Mei tersebut bertepatan pada liburan Lebaran 2022.

“Momennya itu di bulan Mei pas libur lebaran kemudian Juni ada libur sekolah hingga Juli, pada bulan ini ramai kunjungan,” ungkapnya.

Pada Taman Satwa Taru Jurug ini para wisatawan kebanyakan berliburan sekaligus melakukan edukasi untuk anak-anak nya.

Dari data yang diberikan komposisi pengunjung pada TSTJ ini 40% anak-anak, 40% orang tua yang bawa anak-anaknya dan 20% kelompok edukasi.

“Pasar kami memang berada pada anak-anak usia 4-5 tahun dan siswa SD kebawah, nah di sini mereka bisa pengenalan satwa, tumbuhan dan lingkungan yang di tanamkan sejak dini dan diharapkan mereka dapat mencinta flora dan fauna , nah itu core atau intinya di sana,”jelas Bimo.

Bimo menambahkan pada kesempatan itu anak-anak bisa di edukasi bagaimana menambah komunikasi antara anak-anak dan satwa.

“dengan melihat, memberi makan, mengelus satwa yang diperbolehkan itu akan menjadi pengalaman tersendiri untuk anak-anak,” pungkasnya.