Delapan Bakal Calon Rektor ISI Solo 2025-2029 Lolos Verifikasi, Siap Adu Visi-Misi Akhir Juni

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Proses pemilihan Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta periode 2025–2029 telah memasuki tahapan baru. Delapan bakal calon yang mendaftarkan diri dinyatakan memenuhi syarat administrasi dan akan melaju ke tahapan selanjutnya, yaitu pemaparan visi dan misi secara terbuka.

Kepastian ini disampaikan dalam Sidang Senat ISI Solo yang digelar pada Senin (16/6/2025), dengan agenda Pembahasan dan Penetapan Syarat Bakal Calon Rektor. Ketua Panitia Pemilihan, Prof. Dr. Sugeng Nugroho, S.Kar., M.Sn., menjelaskan bahwa seluruh nama yang mendaftar telah melalui proses verifikasi, konfirmasi, dan validasi dokumen secara ketat.

“Berdasarkan hasil sidang senat, kedelapan bakal calon dinyatakan memenuhi syarat administratif dan berhak mengikuti tahapan selanjutnya,” jelas Sugeng.

Tahapan berikutnya berupa pemaparan visi dan misi bakal calon akan dilaksanakan secara terbuka di Gedung Teater Besar Kampus Kentingan ISI Solo pada Senin, 30 Juni 2025. Momen ini menjadi kesempatan bagi para kandidat untuk menunjukkan gagasan dan arah kepemimpinan mereka kepada civitas akademika serta publik seni di Indonesia.

Adapun delapan nama bakal calon rektor yang lolos adalah:

1. Dr. Bondet Wrahatnala, S.Sos., M.Sn. (Etnomusikologi)

2. Dr. Ana Rosmiati, S.Pd., M.Hum. (Desain)

3. Dr. Slamet, M.Hum. (Tari)

4. Dr. Joko Budiwiyanto, S.Sn., M.A. (Desain)

5. Prof. Dr. R.M. Pramutomo, M.Hum. (Tari)

6. Dr. Sunardi, S.Sn., M.Sn. (Pedalangan)

7. Dr. Handriyotopo, S.Sn., M.Sn. (Desain)

8. Dr. Adam Wahida, S.Pd., M.Sn. (Pendidikan Seni Rupa, Universitas Sebelas Maret)

Tujuh di antaranya merupakan dosen internal ISI Solo, sementara satu calon, Dr. Adam Wahida, berasal dari Universitas Sebelas Maret (UNS). Kehadiran kandidat dari luar institusi menegaskan sikap inklusif ISI Solo dalam proses regenerasi kepemimpinan.

Rektor ISI Solo, Prof. Dr. I Nyoman Sukerna, S.Kar., M.Hum., atau yang akrab disapa Pak Nyo, sebelumnya telah menegaskan bahwa kampus seni ini terbuka bagi siapa saja yang memiliki kompetensi dan memenuhi persyaratan.

“ISI Solo terbuka bagi siapa saja yang memenuhi syarat dan ketentuan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, baik dari internal maupun eksternal kampus, termasuk dari birokrasi pemerintahan atau perguruan tinggi negeri maupun swasta,” ujar Prof. Sukerna dalam pernyataan sebelumnya.

Dengan atmosfer kompetitif dan terbuka ini, pemilihan rektor ISI Solo 2025-2029 diharapkan mampu menghadirkan sosok pemimpin yang tidak hanya memahami dinamika kampus, tetapi juga memiliki visi progresif untuk membawa ISI Solo semakin unggul dalam kancah seni nasional dan internasional.