Dampak Relokasi Pasar Joglo Tak Merata, Pedagang Mengeluh Omzet Anjlok

oleh
Pasar darurat
Kios lokasi darurat Pasar Joglo TPU Bonoloyo Jl. Sumpah Pemuda, Kadipiro, Kecamatan Banjarsari sepi pembeli, Senin (1/8/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Sudah 4 hari Pedagang Pasar Joglo menempati lokasi darurat di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bonoloyo. Setidaknya ada 119 pedagang yang terdiri dari 28 pedagang kios, 61 los dan 30 pedagang pelataran atau oprokan di sana.

Mereka adalah pedagang yang terdampak pembangunan rel layang atau elevated rail Simpang Tujuh Joglo. Terbagi menjadi dua sayap, pedagang kios menempati lokasi di sisi timur sedangkan pedagang los serta oprokan berada di sisi barat.

Dari pengamatan MettaNEWS, ada yang berbeda dari dua sayap ini. Dari segi bangunannya, kios memiliki struktur yang lebih komplet dan tertutup. Sedangkan los memiliki bangunan atap tanpa sekat dan lebih terbuka. Los ini lebih lapang dengan pedagang yang saling bejejer dan berhadapan.

Hal ini lah yang menjadi perbedaan, nampak kios pasar sisi barat masih lengang dari pembeli. Sedangkan los dan oprokan cukup banyak didatangi pembeli.

Ketua Paguyuban Ngudi Rejeki yang juga merupakan pedagang sembako Pasar Joglo Agus Widiyanto mengatakan omzet pedagang kios turun drastis. Alasannya letak kios tak begitu strategis jika dibandingkan los, sehingga dampak pendapatan mereka pun tak merata.

“Kalau kios turun drastis, kios pengunjungnya kurang dan belum buka semua, yang buka baru sekitar 30 persen. Belum buka karena beberapa punya usaha lain, jadi belum buka di sini,” beber Agus saat ditemui MettaNEWS di pasar darurat, Senin (1/8/2022).

Di sisi lain, halaman kios yang belum dicor membuat pembeli enggan berbelanja.

“Itu belum dicor, jadi ada debunya karena, kalau sini [los] kan enak bersih. Kalau sini kelihatan sejuk gitu lho, di jalan juga kelihatan. Kalau los rata-rata naik [omzet],” tambahnya.

Dikatakan Agus, fasilitas pasar darurat belum sepenuhnya memadai. Pasalnya pemasangan air bersih bagi pedagang kios belum ada. Pihaknya belum mengetahui kapan pemasangan air bersih tersebut akan dilakukan oleh pihak terkait. Meski begitu, pihaknya senang lantaran selama 3 bulan, pedagang Pasar Joglo tak ditarik retribusi.

“Kelihatannya yang saya ajukan di-acc tidak bayar 3 bulan. Siap, siap enggak siap harus siap menempati lokasi ini selama satu tahun,” tutupnya.

Pedagang pisang Rudy Saputro (36) mengatakan hal yang senada.

“Setelah pindah ya keadaannya turun secara adaptasi baru, pelanggan-pelanggan juga masih nyari, ada yang balik ada yang tidak,” beber Rudi.

Ia pun mengeluhkan letak kios yang berada terlalu dekat dengan jalan raya. Ditambah kondisi halaman kios yang belum dicor membuat para pedagang terena banyak debu selama 4 hari ini.

“Ya kayak gini ya kurang nyaman, karena ramai kendaraan-kendaraan besar, sini jalannya belum diperbaiki ini kan baru situ [los] yang dicor, masih kurang ini. Kalau sana kan sudah rata, kalau sini harus dicor lagi biar sama,” terangnya.

Selain itu pihaknya juga mengkhawatirkan keamanan dan kondisi bangunan pasar darurat dalam wajtu kedepan.

“Ini dindingnya tipis kalau malam takut ada pencuri, segi bangunannya juga kurang kuat, kurang aman buat naruh-naruh barang. Lampu, listrik sudah ada, cuma airnya sini belum, katanya mau dipasang tetapi sampai sekarang juga belum,” jelasnya.

Hal berbeda dikatakan Sihno (53) pedagang sayur yang mengaku mengalami kenaikan omzet sejak menempati lokasi pasar darurat sejak Jumat, (29/7/2022) kemarin.

“Alhamdulillah ada kenaikan sedikit. Karena mungkin jalurnya ramai, orang-orang lewat. Kalau pelanggan pada mencari pedagangnya di mana. Langganan ada pembeli baru ada,” kata Sihno.

Pihaknya menilai tempat pasar darurat cukup baik dan mampu mendatangkan banyak pengunjung. Sihno mulai berjualan sejak pukul 05.00 WIB sampai 12.00 WIB ini menyebut pasar darurat ramai pembeli di waktu pagi hari.

“Karena permanen belum ada nunggu anggaran 2023 ya minta dibikinkan darurat. Kalau darurat bebas, selama tiga bulan, enggak ditarik. Setorannya harus bayar, per lapak Rp 2  ribu setalah 3 bulan,” jelasnya.