Covid Mereda, Tinggal Jalan Slamet Riyadi yang Masih Disekat di Malam Hari

oleh
penutupan jalan di solo
I;ustrasi penutupan jalan di Kota Solo | dok MettaNews

SOLO, Metta NEWS –  Polresta Solo mulai melonggarkan penyekatan jalan-jalan protokol. Tinggal Jalan Slamet Riyadi yang masih disekat, pada pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 sesi 2.

Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Adhytiawarman Gautama Putra, Selasa (14/9/2021)  memaparkan, saat iniruas Jalan Yos Sudarso, Jalan Piere Tendean, Jalan dr Radjiman, Jalan Urip Sumoharjo, dan Jalan Sutan Syahrir sudah dibuka 24 jam tanpa penyekatan.

“Ruas Jalan Slamet Riyadi masih kita tutup jalan mulai dari pukul 20.30 hingga pukul 05.00 pagi selama perpanjangan PPKM. Kita masih melakukan hal tersebut karena Slamet Riyadi merupakan jalan utama Solo, mobilitasnya masih cukup tinggi dibandingkan ruas jalan yang sempat kita tutup,” paparnya.

Kasatlantas meminta masyarakat tidak berpergian apabila tidak ada keperluan mendesak. Ia menambahkan kebijakan penyekatan pintu keluar masuk kota juga dilanjutkan. Bntuknya bukan lagi kegiatan putar balik, namun lebih pada akselerasi vaksinasi.

“Jangan sampai karena kita lengah karena Covid sudah tampak reda. Jika lengah,  kasus bisa kembali naik. Kita ingin status level kita turun, bukan naik. Kita juga sosialisasi aplikasi Peduli Lindungi. Mengingat saat ini masyarakat yang ingin masuk ke lokasi tertentu wajib memiki aplikasi tersebut,” ujar Adhytiawarman.

Kapolresta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menambahkan, keberadaan Pos Pantau Pasar Non Essensial juga belum dibubarkan pada perpanjangan PPKM.

“Pos ini termasuk KRYD (Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan) dan mampu memantau aturan yang diberlakukan pada pasar Nonessensial bisa berjalan,”paparnya

Sejauh ini pendirian Pos berada di tiga titik, yaitu Pasar Klewer, BTC dan PGS. Hal ini atas pertimbangan dimana lokasi ini lebih banyak pengunjungnya dibandingkan dengan pasar nonsesensial lainnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.