Cetak Lulusan Siap Kerja, Univet Bantara Bekali Mahasiswa dengan Young Journalist Workshop

oleh
oleh
Ketua PWI Surakarta Anas Syahirul menyampaikan materi jurnalistik pada Young Journalist Workshop Univet, Jumat (21/10/2022) | Metta NEWS / Puspita

SUKOHARJO, MettaNEWS – Persiapkan lulusan cakap bekerja, Universitas Veteran Bangun Nusantara bekali mahasiswa dengan workshop Young Journalist Workshop.

Young Journalist Workshop ini merupakan angkatan pertama yang akan berlangsung selama satu minggu dengan materi teori dan praktek langsung di lapangan.

Pada pembukaan Young Journalist Workshop angkatan pertama ini, Dekan Fisip Univet Drs. Yoto Widodo M.Si menyampaikan workshop young journalist ini sebagai implementasi program kampus merdeka belajar.

“Workshop angkatan pertama ini diikuti mahasiswa yang tergabung dalam Univet Pos. Kami ingin lulusan Fisip Univet memiliki ilmu tambah, kami perlu nilai tambah seperti soft skill yang dibutuhkan, siap kerja dan terserap di dunia industri,” papar Yoto, Jumat (21/10/2022) di kampus Fisip Univet.

Dekan Yoto menyebut kegiatan ini adalah angkatan pertama dan berharap berlanjut pada angkatan berikutnya khususnya untuk mahasiswa tingkat akhir.

“Target Univet adalah bisa membekali mahasiswa di Prodi Komunikasi Fisip untuk mendapat sertifikat pendamping ijazah. Angkatan pertama adalah Univet Pos dan perwakilan dari Himakom. Agar bisa menyemangati teman-teman di angkatan berikutnya” ungkap Yoto.

Dihadapan mahasiswa peserta workshop, Yoto mengungkapkan tanggung jawab besar dari seorang jurnalis.

“Semua orang bisa membuat konten, bisa membuat berita dan tidak ada yang mengontrol, kalau media massa mainstream setiap berita pasti ada kontrolnya,” tandasnya.

Ketua PWI Surakarta Anas Syahirul menambahkan produk jurnalistik dipertanggung jawabkan dengan UU Pers No 40 tahun 1999.

“Jurnalistik berbeda dengan medsos. Banyak rambu-rambu yang harus ditaati dalam penulisan berita. Ada juga kode etik jurnalistik yang harus dijalankan,” terang Anas.

Anas mengapresiasi kampus Univet Bantara yang memberikan kesempatan pada anak didiknya dengan menyelenggarakan worskhop jurnalistik.

“Kami acungkan jempol untuk prodi yang memberi kesempatan mahasiswa untuk bisa praktek seperti ini,” kata Anas.

Anas mengungkapkan mahasiswa penting untuk memiliki soft skill di samping kecakapan akademik untuk terjun ke dunia kerja.

“Soft skill ini kadarnya sama dengan teori. Karena dunia kerja itu berbeda dengan kampus. Soft skill akan sangat membantu lulusan saat masuk di dunia kerja terlebih sebagai jurnalis,” pungkas Anas.