Buntut Pencabulan Guru Taekwondo di Solo, KONI Minta Liburkan Aktifitas dan Latihan

oleh
Buntut Pencabulan Guru Taekwondo
Jumpa pers pengurus Taekwondo Solo dan KONI Solo mengenai Kasus Pelecehan seksual yang terjadi di internal Cabor Taekwondo Jumat (24/3/2023) | MettaNEWS / Kevin Rama

SOLO, MettaNEWS – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Solo meminta Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) liburan aktifitas atau latihan di seluruh Dojang (tempat latihan taekwondo) yang berada di Solo, hal tersebut merupakan buntut dari kasus pencabulan salah satu Guru Taekwondo yang terjadi beberapa waktu lalu.

Tersangka pencabulan tersebut adalah DS atau Donny Susanto, seorang instruktur atau guru pelatih taekwondo terhadap sejumlah anak didiknya. Dari data terakhir terdapat 7 murid laki-laki yang menjadi korban pencabulan Guru Taekwondo tersebut.

KONI Solo juga telah melayangkan surat kepada Ketua Umum Pengprov TI Jateng. Yang intinya memohon agar meliburkan sementara latihan pada seluruh Dojang di Kota Solo.

Ketua Umum KONI Solo Lilik Kusnandar menyebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka pada Selasa (28/3/2023).

Beberapa pembahasan yang menjadi dasar antara lain, belum kondusifnya warga taekwondo. Setelah terbongkarnya perbuatan asusila Donny terhadap sejumlah murid laki-lakinya di bawah umur.

“Mohon dengan hormat, Pengprov Taekwondo Jawa Tengah berkenan untuk meliburkan latihan sementara Dojang se-Kota Surakarta (Solo), sampai dilaksanakannya Musorkot Taekwondo Kota Surakarta,” tulis bagian isi Surat KONI Selasa (28/3/2023).

Adapun Poin lain yakni peserta Musorkot nantinya adalah Dojang-Dojang yang mempunyai SK yang masih berlaku.

Lilik Kusnandar saat awak media konfirmasi menyatakan, surat kepada Wali Kota Solo itu sebagai laporan. Dan Ketua Umum KONI Jawa Tengah itu, langsung dikirim ke Pengprov TI Jateng pada sore itu juga.

“Saya sudah kontak Ketua Umum Pengprov TI. Katanya segera buat surat agar seluruh Dojang di Solo meliburkan sementara latihannya,” ungkap Lilik.

Buntut Pencabulan Guru Taekwondo di Solo, Tak Keberatan Diliburkan Sementara, Asal Musorkot Secepatnya Digelar

Menangapi terkait pengiriman surat oleh KONI kepada Pengprov Taekwondo Indonesia (TI), Pengelola beberapa dojang di Solo tidak keberatan jika latihan Taekwondo libur sementara.

“Sampai kini belum ada instruksi libur latihan dari Pengprov TI Jawa Tengah. Tapi kami akan ikuti, jika memang ada instruksi nanti,” kata pelatih utama PMS Dragon Taekwondo Academy, Master Tanu Kismanto, Rabu (28/3).

Ia berpendapat, memang ada sedikit sisi minus jika seluruh dojang harus libur, mengingat selama ini banyak tempat latihan Taekwondo yang selama ini berjalan lurus.

“Tapi langkah KONI dan Pak Wali yang mengharap Pengprov meliburkan sementara latihan di seluruh dojang itu bagus, demi meredam keresahan dan situasi kurang kondusif saat ini,” ujarnya.

“Jika memang ada instruksi agar seluruh dojang tutup sementara, nanti kami akan mengikut. Asal, Musorkot segera berlangsung untuk membentuk kepengurusan baru,” ungkap Tanu.

Sementara itu, pendiri dan pimpinan dojang Koguryo Manahan, Pungki Kusuma Wardana mengungkapkan hal senada.

“Kalau memang ada instruksi libur sementara dari Pengprov, kami menurut saja. Apalagi sekarang kan bertepatan awal bulan Ramadan, biar konsentrasi ibadah dulu sejenak,” tuturnya.

Dia berharap, seluruh pihak di Taekwondo Solo fokus dulu pada Musorkot dapat segera terselenggara.

“Kalau nanti sudah terpilih ketua dan terbentuk kepengurusan baru saya berharap pembinaan Taekwondo di Solo dapat lebih baik,” tukasnya.