SOLO, MettaNEWS – Batik Solo Trans (BST) telah resmi memungut biaya operasional dari penumpang per-31 Oktober 2022. Meski begitu pemerintah Kota Solo akan menanggung biaya subsidi tersebut hingga akhir tahun atau sekitar 2 bulan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Solo, Taufiq Muhammad mengungkapkan, hal ini dilakukan pemkot Solo untuk masa transisi dan digunakan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat.
“Penetapan ini dilakukan oleh Keuangan dari pemerintah pusat. BST ini sudah mulai dari tahun 2020. Dan per hari ini (31/10) diberlakukan berbayar, tapi wilayah Solo akan ditanggung Pemkot hingga akhir Desember,” ungkap Taufiq dalam jumpa pres di kantor Dishub Solo (31/10).
Dikatakan, setelah masa transisi ini berakhir masyarakat harus mulai membayar BST dengan Rp 3.700 sekali tap kartu.
“Harus pakai kartu e-money, karena semua penumpang harus tap kartu pada bus. Tapi di masa transisi ini tap kartu tidak memakan biaya,” jelasnya.
Hal ini merupakan salah satu cara Pemerintah untuk membiasakan masyarakat dengan sistem baru.
“Untuk pelajaran dan disabilitas tetap gratis tidak perlu tap kartu. Hanya untuk penumpang umum yang tap kartu,” imbuhnya.
Taufiq juga mengatakan, sistem itu diberlakukan. Apabila masyarakat umum yang tidak membawa kartu e-money pihak BST tidak akan mengijinkan masuk.
“Harus bawa kartu, jika tidak, mohon maaf tidak bisa naik BST dan tidak menerima alasan apapun. Karena kita sudah mensosialisasikan sedari awal adanya BST,” tegasnya.
Menurutnya sosialisasi tentang pemberlakuan pembayaran dan penggunaan kartu sudah dari lama diberikan. Dan itu sering disosialisasikan ulang dari media sosial.







