BPKH dan UNS Resmikan Islamic Economics and Business Center Pertama di Indonesia

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo meresmikan dimulainya pembangunan Islamic Economics and Business Center, yang menjadi pusat studi ekonomi syariah pertama di lingkungan perguruan tinggi Indonesia.

Proyek yang didanai melalui Program Kemaslahatan BPKH ini menjadi tonggak sejarah baru dalam penguatan pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat berbasis ekonomi Islam. Pembangunan gedung ini menggunakan nilai manfaat dari Dana Abadi Umat (DAU), bukan dari dana setoran awal jemaah haji.

Dewan Pengawas BPKH, Dr. Mulyadi, menjelaskan bahwa pusat studi ini termasuk dalam kategori asnaf pendidikan dan dakwah, dengan dana kemaslahatan mencapai Rp900 juta.

“Kami ingin membuktikan bahwa dana umat bisa dikelola secara amanah, transparan, dan memberi dampak jangka panjang,” tegasnya.

Gedung dua lantai ini dirancang agar tidak mengubah fungsi parkir yang sudah ada, dan lantai dua akan difokuskan untuk kajian budaya serta ekonomi Islam. Proyek ini juga akan diawasi konsultan profesional untuk memastikan kualitas konstruksi dan efektivitas penggunaannya.

“Saat ini, BPKH mengelola sekitar Rp3,9 triliun Dana Abadi Umat yang diinvestasikan ke dalam berbagai instrumen syariah. Pokok dananya tidak digunakan, namun nilai manfaatnya kami salurkan untuk mendukung program-program kemaslahatan di seluruh Indonesia, termasuk pembangunan pusat studi ekonomi Islam ini yang masuk ke dalam asnaf Pendidikan dan Dakwah yang akan menjadi bagian dalam membangun masyarakat di Indonesia,” jelas Dr. Mulyadi.

Sementara itu, Rektor UNS, Prof. Dr. dr. Hartono, M.Si. menambahkan target penyelesaian gedung ini direncanakan pada Januari 2026.

“Gedung ini merupakan amanah besar. Kami mengucapkan terima kasih kepada BPKH dan Rumah Zakat yang telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan Islamic Economics and Business Center di UNS,” ujar Rektor UNS, Prof. Hartono.

Prof. Hartono menegaskan bahwa pusat studi ini tidak hanya menjadi fasilitas fisik, tetapi juga ruang aktivitas untuk mengembangkan ekonomi syariah secara nyata.

“Aktivitas di dalamnya harus memberikan manfaat bagi kampus, masyarakat, dan umat secara luas. Ini harapan dan tanggung jawab besar,” tambahnya.

Ke depan, Islamic Economics and Business Center diharapkan menjadi pusat keunggulan nasional dalam pengembangan ekonomi dan bisnis syariah yang berintegritas, inklusif, dan berkelanjutan.