CIANJUR, MettaNEWS – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto menilai, tanggap darurat bencana gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat selama 7 hari telah menunjukkan hasil optimal. Diharapkan seminggu lagi, tahap pemulihan dapat dimulai dengan membangun hunian untuk pengungsi.
Dalam jumpa pers di Pendapat Kabupaten Cianjur, Minggu (27/11/2022) Suharyanto memaparkan, setelah 7 hari penanganan bencana, tim gabungan telah menemukan dan mengevakuasi 321 korban tewas, serta menyelenggarakan pengungsian di 300 titik.
“Korban yang belum ditemukan tercatat 11 orang, masih akan dilanjutkan pencarian besok Hari ini ditemukan tiga jenazah. Juga masih ada beberapa perbaikan di sistem distribusi logistik kebutuhan pengungsi. Fasilitas kesehatan juga sudah menangani korban luka dengan baik, saat ini sudah tidak ada lagi operasi berat yang dilakukan, karena sudah selesai,” papar Suharyanto.
Prioritaskan Hunian
Meski tanggap darurat belum sepenuhnya selesai, BNPB menganggap warga di pengungsian perlu segera dituntaskan.
“Kami meninjau, banyak pengungsi yang mulai diserang penyakit. Kalau terlalu lama, ini tidak baik. Karena ini bukan bencana nasional, maka mulai Senin (29/11) besok Bupati Cirebon akan memimpin penanganan bencana,” ujar Suharyanto.
Tentang bantuan untuk hunian, Suharyanto menyebut warga tidak akan menerima uang tunai. Namun, akan mendapatkan bantuan material senilai golongan kerusakan.
Sebagaimana dijanjikan Presiden Jokowi saat meninjau korban gempa, warga yang rumahnya rusak ringan dibantu senilai Rp 10 juta, rusak sedang Rp 25 juta dan rusak berat Rp 50 juta.
Banyak warga yang saat ini mengungsi, sebenarnya rumahnya dalam keadaan baik. Tapi trauma dan masuk takut tidur di rumah. Kalau gempa sudah berlalu, saat ini gempa susulan sudah jauh mereda, mereka bisa kembali pulang.
“kalau ada ruang tersisa, bisa untuk menampung tetangga. Ini tidak gratis, pemerintah akan memberi uang sewa sekadarnya,” tandas Suharyanto.








