BI Solo & Pemkab Wonogiri Dorong Adopsi QRIS di Pasar Tradisional untuk Percepat Ekonomi Digital

oleh
oleh

WONOGIRI, MettaNEWS – Bank Indonesia (BI) Solo bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri terus memperkuat langkah digitalisasi sistem pembayaran di daerah.

Melalui kegiatan edukasi dan on boarding QRIS bagi pedagang Pasar Wonogiri, Rabu (24/9/2025), BI Solo mendorong pemanfaatan kanal pembayaran non-tunai agar semakin luas di masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Wonogiri, Deputi Kepala Perwakilan BI Solo, serta mitra penyedia jasa sistem pembayaran Netzme.

Para pedagang mendapatkan edukasi mengenai manfaat dan tata cara penggunaan QRIS yang hadir dengan prinsip Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Handal (CEMUMUAH).

Deputi Kepala Perwakilan BI Solo, Hesti Candra Sari, menegaskan bahwa sinergi dengan Pemkab Wonogiri merupakan langkah penting dalam memperluas literasi keuangan digital.

“Digitalisasi adalah kunci meningkatkan daya saing dan efisiensi usaha. Dengan QRIS, pedagang pasar Wonogiri dapat menjangkau lebih banyak konsumen sekaligus memberikan pilihan pembayaran yang lebih nyaman bagi masyarakat,” ujarnya.

Data BI menunjukkan pertumbuhan signifikan penggunaan QRIS di Kabupaten Wonogiri. Pada Juli 2025, nominal transaksi mencapai Rp37,10 miliar, tumbuh 112,76% (yoy) dengan volume 361.106 transaksi atau naik 115,55% (yoy). Jumlah merchant QRIS tercatat 55.403 merchant, meningkat 23,35% (yoy), dengan pangsa 5,67% dari total merchant QRIS di Solo Raya.

Digitalisasi juga tampak dalam tata kelola keuangan daerah. Pada penilaian Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) Semester I 2025, Wonogiri meraih skor 96,8%, naik 3,7 basis poin dibanding semester sebelumnya. Capaian ini memperkuat komitmen Satgas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan, efisien, dan berbasis digital.

Sebagai bentuk dukungan, BI Solo juga menyerahkan soundbox dan sound system kepada pedagang Pasar Wonogiri agar lebih mudah menerima notifikasi transaksi QRIS. Bantuan diserahkan secara simbolis kepada Wakil Bupati Wonogiri dalam kegiatan tersebut.

BI Solo menegaskan akan terus mendorong adopsi QRIS di berbagai sektor, mulai dari pasar tradisional, UMKM, transportasi, pariwisata, hingga layanan publik. Selain mempermudah transaksi, implementasi QRIS juga diyakini akan berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi pembayaran retribusi, pajak daerah, dan layanan pemerintah.

Upaya ini sejalan dengan agenda nasional Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD), yang bertujuan memperkuat kemandirian fiskal daerah serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Solo Raya.