Berebut Berkah Gunungan Jaler dan Estri Grebeg Maulud Keraton Surakarta

oleh
Grebeg Maulud
Gunungan jaler Grebeg Maulud Peringatan Maulid Nabi Muhammad 1445 H diarak dari Keraton Surakarta menuju Masjid Agung, Kamis (28/9/2023) | Magang UIN Solo / Ramadan Dwi

SOLO, MettaNEWS – Gunungan jaler (laki-laki) dan gunungan estri (perempuan) pada Grebeg Maulud Keraton Surakarta jadi rebutan ribuan warga, Kamis (28/9/2023).

Puncak Peringatan Maulid Nabi Muhammad 1445 H yang ditandai dengan arak-arakan dua gunungan oleh abdi dalem dari Keraton Surakarta menuju Masjid Agung itupun banyak disaksikan ribuan masyarakat di sepanjang Jalan Kamandungan hingga Jalan Supit Urang.

Diiringi Gamelan Jawa, Para abdi dalem juga membawa peti yang berisi makanan. Peringatan kelahiran Nabi Muhammad atau yang lebih dikenal dengan nama Sekatenan oleh masyarakat Jawa tahun ini telah dimulai sejak 8 September hingga 10 Oktober 2023. Sekatenan dimulai dengan digelarnya Pasar Malam Sekaten. 

Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Solo Kanjeng Pangeran (KP) Dani Nur Adiningrat mengatakan, pasar malam yang digelar sebagai bagian untuk memeriahkan peringatan Maulud Nabi.

Sedangkan upacara inti dimulai sejak seminggu lalu. Kegiatannya terdiri Jamasan, Miyos Gongso, Natap Gongso dan Tetabuhan Gamelan Sekaten.

“Gamelan ditabuh setiap hari terakhir sampai puncaknya tadi pagi Gamelan masuk kembali ke keraton dan keluarlah gunungan atau pareden,” jelasnya.

“Pareden ini maknanya adalah tanda syukur atas Rahmat Hidayah Karunia Tuhan Yang Maha Esa diwujudkan dalam bentuk makanan yang berlimpah,” imbuhnya.

Setelah dua gunungan selesai didoakan, ribuan warga langsung menyerbu untuk berebut berkah dan rezeki.

Tion warga asal Temanggung ikut berebut mendapatkan rengginang yang ia percayai dapat membawa persatuan dan kemakmuran.

“Senang sekali ini dapat rengginang tadi ikut rebutan. Grebeg Maulud tahun kemarin juga datang, ini tadi saya niati berangkat dari rumah jam 6 biar bisa kebagian gunungan,” ujarnya. (Magang UIN Solo / Ramadan Dwi).