Belajar Hidup Mandiri di Desa, 150 Siswa SMP Muhammadiyah PK Ikuti Home Stay di Wonogiri

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Sebanyak 150 siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan home stay atau live in di Dukuh Keblokan, Sendang Ijo, Selogiri, Wonogiri, selama tiga hari dua malam, Kamis–Sabtu (29–31/1/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Mandiri dalam Keseharian, Bermakna dalam Kebersamaan”.

Rombongan siswa berangkat menuju lokasi pada Kamis siang dan mengikuti prosesi pembukaan serta penyerahan siswa kepada orang tua asuh di Masjid Al Ikhlas. Selanjutnya, para siswa tinggal bersama keluarga asuh dan terlibat langsung dalam aktivitas keseharian masyarakat desa.

Berbagai kegiatan edukatif dan sosial dijalani para siswa selama home stay. Pada Jumat (30/1/2026), mereka belajar di Home Industri Roti Widoro dan Stek Anggur, mulai dari mengenal proses produksi hingga praktik sederhana. Sore harinya, siswa menggelar lomba TPA di Masjid Al Ikhlas yang diikuti anak-anak setempat. Kegiatan dilanjutkan dengan pengajian akbar pada malam hari bersama Ustaz Drs. H. Parno, M.Pd.I.

Pada Sabtu pagi, para siswa mengadakan Bazar Sembako Murah dengan membagikan 200 paket sembako kepada warga sekitar. Menjelang siang, siswa berpamitan dengan orang tua asuh. Suasana haru mewarnai perpisahan saat para siswa menyampaikan ucapan terima kasih dan menyerahkan tali asih.

Kepala SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta, Muhdiyatmoko, M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan home stay menjadi sarana pembelajaran karakter secara nyata.

“Selama tiga hari ini anak-anak belajar hidup mandiri, kebersamaan, dan tanggung jawab di tengah masyarakat. Mereka belajar menjadi panitia lomba, membersihkan rumah tempat tinggal, mengikuti bakti sosial, hingga berinteraksi langsung dengan warga. Nilai-nilai karakter inilah yang ingin kami kuatkan,” bebernya.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat membentuk sikap mandiri dan bertanggung jawab yang terus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pemilik Roti Widoro, Sri Harjanto Yuwono, mengapresiasi kunjungan para siswa.

“Terima kasih kepada siswa SMP Muhammadiyah PK yang telah datang belajar di tempat kami. Semoga anak-anak terinspirasi untuk memahami dunia usaha. Roti Widoro berdiri sejak 1922 dan kami berusaha menjaga kualitas serta cita rasa hingga sekarang,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu orang tua asuh sekaligus Takmir Masjid Al Ikhlas, Pragunadi, mengaku senang menerima para siswa.

“Warga merasa positif dan senang. Anak-anak rapi, tertib, disiplin bangun subuh, dan sopan. Jika ada kesempatan, kami siap menerima mereka kembali,” katanya.

Salah satu peserta, Kavaya Altamizza Ibrahim, siswa kelas VII, mengaku mendapatkan pengalaman berharga dari kegiatan tersebut.

“Saya hidup bersama orang tua asuh, belajar menyapu, mengepel, mencuci piring, dan disiplin. Kegiatan ini membuat saya lebih mandiri dan bersyukur,” tuturnya.