Belajar dari Visiting Jogja, Pemprov Jateng Bidik Penguatan Desa Wisata dan Kolaborasi Jateng-DIY

oleh
oleh

YOGYAKARTA, MettaNEWS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong inovasi digital untuk memperkuat pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, khususnya desa wisata.

Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui Studi Lapangan (Stula) Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan VII Tahun 2026 yang digelar BPSDMD Provinsi Jawa Tengah dengan mengunjungi Dinas Pariwisata Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kegiatan tersebut menjadi ajang studi komparasi untuk mempelajari keberhasilan platform digital Visiting Jogja, sekaligus menggali strategi penguatan kolaborasi pentahelix dalam pengembangan desa wisata berbasis ekonomi kreatif.

Kunjungan tersebut didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jawa Tengah, Hanung Triyono.

Menurut Hanung, Stula PKA VII memberikan wawasan penting bagi peserta mengenai pengelolaan desa wisata, pengembangan destinasi unggulan, hingga peluang membangun kerja sama pariwisata antardaerah.

“Program kita sebenarnya banyak yang sama, tetapi ada hal-hal yang perlu kita kaji tiru, seperti pengembangan desa wisata dan destinasi pariwisata. Hal utama yang penting adalah pengembangan aglomerasi dari tingkat desa, kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional,” ujar Hanung, Rabu (9/9/2026).

Jateng-DIY Perlu Kolaborasi Beyond Border

Hanung menilai pengembangan pariwisata tidak bisa lagi hanya dilakukan berdasarkan batas administratif. Menurutnya, kolaborasi lintas daerah atau beyond border justru menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing destinasi.

Salah satunya melalui penguatan kerja sama antara Jawa Tengah dan DIY yang memiliki kedekatan geografis sekaligus potensi wisata yang saling melengkapi.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan length of stay atau lama tinggal wisatawan.

“Kolaborasi ini tidak hanya di internal Jawa Tengah, tetapi juga dengan provinsi tetangga seperti DIY. Jika length of stay di Jogja sudah mencapai 1,5 hari, Jawa Tengah saat ini masih di angka 1,2 hingga 1,3 hari,” katanya.

Menurut Hanung, pengalaman DIY dapat menjadi bahan pembelajaran bagi peserta Stula PKA VII untuk mendorong pengembangan pariwisata yang lebih terintegrasi.

“Kaji tiru dan kerja sama pariwisata ini sangat berguna bagi peserta Stula PKA VII, untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata secara bersama-sama,” tambahnya.

Borobudur-Prambanan Jadi Titik Temu

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Eling Priswanto, menyambut positif kunjungan peserta PKA VII BPSDMD Jawa Tengah.

Menurutnya, Jawa Tengah dan DIY memiliki keterikatan geografis serta destinasi wisata yang saling beririsan. Karena itu, kedua daerah dinilai tidak perlu saling berebut wisatawan, tetapi justru harus membangun paket dan ekosistem pariwisata bersama.

“Jawa Tengah dan DIY ini wilayahnya beririsan. Ada Borobudur dan Prambanan yang menjadi bagian dari kedua wilayah. Tidak perlu kita pertentangkan atau berebut, tetapi saling menguatkan,” ungkap Eling.

Ia menilai wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta memiliki peluang untuk diarahkan menikmati destinasi di Jawa Tengah. Begitu pula wisatawan yang datang ke Jawa Tengah dapat melanjutkan perjalanan ke DIY.

Konektivitas antardaerah yang semakin baik, termasuk keberadaan jaringan jalan tol Jateng-DIY, dinilai semakin membuka peluang tersebut.

“Wisatawan yang ke Yogya bisa mampir ke Jawa Tengah, begitu pula sebaliknya. Apalagi dengan makin masifnya konektivitas jalan tol Jateng-DIY, jarak menjadi semakin dekat,” jelasnya.

Visiting Jogja Kelola Potensi 275 Desa Wisata

Dalam pengembangan pariwisata DIY, digitalisasi menjadi salah satu strategi yang terus diperkuat. Salah satunya melalui platform Visiting Jogja.

Platform tersebut dimanfaatkan untuk mempromosikan kebudayaan, destinasi, event, sekaligus berbagai potensi desa wisata di DIY.

Eling mengatakan saat ini terdapat 275 desa wisata di DIY dengan karakteristik dan potensi yang berbeda-beda.

Menurutnya, digitalisasi diperlukan agar potensi tersebut dapat dipasarkan lebih luas tanpa menghilangkan karakter serta kearifan lokal masing-masing desa.

“Guna memajukan pariwisata, kunci utamanya adalah sinergi, kolaborasi multisektor, dan penerapan konsep pentahelix dengan melibatkan media massa,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan platform digital seperti Visiting Jogja menjadi instrumen penting untuk memodernisasi pemasaran pariwisata.

“Digitalisasi seperti Visiting Jogja penting, untuk memodernisasi cara pemasaran tanpa meninggalkan kearifan lokal. Harapan kita bersama, dari lokal Jateng dan DIY, kita bisa membawa pariwisata menuju level global,” katanya.

PKA VII Pelajari Promosi Berbasis Data

Ketua Kelompok sekaligus perwakilan peserta Stula PKA VII, Anton Asfihani, mengatakan studi komparasi tersebut memberikan gambaran konkret mengenai pengelolaan promosi event, destinasi, serta ekosistem ekonomi kreatif.

Anton yang juga menjabat Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Jawa Tengah itu mengatakan peserta secara khusus mempelajari pemanfaatan Visiting Jogja sebagai sarana promosi sekaligus pengumpulan data.

“Melalui studi lapangan ini, kami membedah bagaimana Dinas Pariwisata DIY memanfaatkan aplikasi Visiting Jogja sebagai sarana promosi event dan destinasi secara komprehensif, sekaligus instrumen pengumpulan data publik berbasis evidence-based policy,” kata Anton.

Selain teknologi, peserta juga mempelajari keterlibatan berbagai unsur dalam pengembangan desa wisata.

Menurut Anton, kolaborasi pentahelix menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong desa wisata agar mampu mengubah potensi kearifan lokal menjadi produk ekonomi kreatif yang bernilai tambah.

Melalui studi lapangan tersebut, para Pejabat Administrator peserta PKA VII Pemprov Jateng diharapkan tidak sekadar memperoleh wawasan baru, tetapi juga mampu mereplikasi praktik baik yang sesuai dengan kebutuhan Jawa Tengah.

Inovasi tata kelola, digitalisasi layanan, penguatan desa wisata, dan kolaborasi lintas wilayah diharapkan dapat bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan publik yang lebih outcome-based sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Jawa Tengah.