Belajar di Alam, 81 Murid SD Muhammadiyah PK Solo Asah Keberanian dan Kekompakan di Ledok Sambi

oleh
oleh

SLEMAN, MettaNEWS – Sebanyak 81 murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo diajak belajar langsung di alam melalui kegiatan field trip edukatif di Ledok Sambi Ecopark, Pakem, Sleman, Rabu (9/9/2026).

Mengusung tema “Synergy in Nature: Connect, Collaborate, Conquer”, kegiatan tersebut dirancang untuk memadukan pembelajaran akademis dengan penguatan karakter melalui pengalaman langsung di alam.

Suasana asri di lereng Gunung Merapi dimanfaatkan sebagai media pembelajaran berbasis pengalaman atau experiential learning. Para murid tidak hanya diajak mengamati ekosistem sekitar, tetapi juga dilatih mengasah daya kritis, mengembangkan imajinasi, membangun keberanian, serta menyegarkan kembali motivasi belajar.

Koordinator Tim Kelas III SD Muhammadiyah PK Kottabarat, Lusia Wahyu Purbowati, mengatakan field trip tersebut bukan sekadar kegiatan rekreasi, tetapi bagian dari pembelajaran holistik yang menghubungkan ilmu pengetahuan, kepekaan sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Melalui tema Synergy in Nature, kami ingin mendorong para murid untuk saling terhubung (connect), membangun kerja sama yang solid (collaborate), serta mampu mengatasi berbagai tantangan (conquer) dalam kelompok kecil. Aktivitas di alam terbuka juga melatih murid berkomunikasi secara efektif dan menumbuhkan rasa empati terhadap sesama maupun lingkungan,” terangnya.

Belajar Bertani hingga Menaklukkan Rasa Takut

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembagian murid menjadi empat kelompok besar. Masing-masing kelompok didampingi dua fasilitator dari Tim Ledok Sambi dan secara bergiliran mengikuti empat permainan utama.

Petualangan pertama dimulai melalui wahana bajak sawah. Para murid mendapat pengalaman sensorik dengan menginjak lumpur sekaligus memegang alat bajak tradisional. Aktivitas tersebut menjadi kesempatan bagi mereka untuk mengenal secara langsung proses awal dalam penanaman padi.

Salah satu peserta, Labibah, mengaku senang sekaligus terharu karena bisa mempraktikkan langsung proses tersebut.

“Ternyata nasi yang dihidangkan di atas meja makan kita membutuhkan proses yang panjang dalam pengolahannya, salute untuk para petani Indonesia,” ucapnya.

Setelah belajar dari sawah, para murid diajak menguji keberanian melalui wahana flying fox. Aktivitas ini menjadi sarana untuk mengasah ketangkasan, mengikis rasa takut, sekaligus membangun kepercayaan terhadap kemampuan diri.

Kemeriahan kemudian berlanjut melalui permainan gelgun. Dalam simulasi strategi tersebut, murid ditantang untuk fokus terhadap target, mengambil keputusan dengan cepat di bawah tekanan, serta membangun koordinasi taktis bersama anggota kelompok secara sportif.

Kekompakan Diuji di Atas Air

Tantangan berikutnya berlangsung di atas permukaan air melalui aktivitas kano dan kayak. Para murid harus menjaga keseimbangan tubuh, menyelaraskan irama gerakan, serta berkomunikasi secara terarah agar kano dapat melaju stabil menuju titik tujuan.

Permainan terakhir berupa keypunch, yakni menginjak angka secara berurutan. Seluruh anggota kelompok harus berdiskusi dengan cepat dan menyusun strategi agar setiap langkah dilakukan secara presisi tanpa melakukan kesalahan prosedur.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi refleksi bersama Tim Ledok Sambi dan guru pendamping. Dalam sesi tersebut, murid diajak memahami kembali pengalaman yang diperoleh selama mengikuti berbagai tantangan.

Sebelum berpamitan, seluruh murid kelas III SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo juga mendapatkan merchandise berupa tumbler.

Pemberian tumbler tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi buah tangan, tetapi juga dapat digunakan sebagai bekal minum ke sekolah. Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari edukasi cinta lingkungan dan upaya mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.

Melalui field trip tersebut, pembelajaran diharapkan tidak berhenti pada pengalaman bermain, tetapi juga membentuk karakter murid agar lebih berani, mampu bekerja sama, peduli terhadap lingkungan, serta siap menghadapi berbagai tantangan bersama.