Baznas Solo Luncurkan Program Z-Chicken, Salurkan Bantuan Untuk 30 Pelaku UMKM

oleh
oleh
Baznas
Wakil Ketua IV Baznas Jawa Tengah Solahuddin Aly dan Ketua Baznas Solo Muhammad Qoyim menjajal menggoreng ayam crispy Z-Chicken | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan program Z-Chicken. Untuk mendukung kemandirian ekonomi bagi masyarakat pelaku UMKM. Sebanyak 30 pelaku UMKM menerima manfaat ini dengan mengikuti pelatihan membuat ayam crispy dengan merk Z-Chicken.

Pelatihan dan penyerahan bantuan usaha ini berlangsung di gedung IPHI Solo, Selasa (23/5/2023).

Z-Chicken merupakan salah satu program Baznas RI. Yakni pemberian bantuan usaha Stock Point Z-Chicken yang terdiri dari gerobak, pelatihan pembuatan ayam crispy Z-Chicken dan pendampingan selama satu tahun.

Wakil Ketua IV Baznas Jawa Tengah
Solahuddin Aly mengatakan launching Z-Chicken ini merupakan hasil dari konsolidasi bersama terhadap zakat.

“Ini salah satu manfaat kalau ada zakat yang dikondisikan. Karena kalau.zakat sendiri-sendiri tanpa konsolidasi tidak akan jadi apa-apa. Konsolidasi zakat ini lewat Baznas. Sehingga menghasilkan manfaat dan bisa dirasakan nyata adanya,” tutur Solahuddin.

Ia mencontohkan bila zakat tidak terkonsolidasi dengan baik. Terutama dari zakat profesi seperti ASN.

“ASN itu wajib zakat. Kalau misalnya penghasilannya Rp 6.5 juta zakatnya paling tidak Rp 165 ribu. Tetapi kita beruntung dengan Baznas zakat jadi satu. Dan Alhamdulillah kini bisa launching Z-Chicken. Dan ini manfaat zakat yang dikonsolidasikan. Karena ini akan berkah menyelesaikan permasalahan umat,” tegasnya.

Provinsi Jawa Tengah secara keseluruhan menerima bantuan sebanyak 250 gerobak Z-Chicken untuk 250 mustahik. Khusus  Kota Solo menyalurkan sebanyak 30 gerobak. Solahuddin menyebut program usaha Z-Chicken merupakan implementasi penyaluran zakat produktif.

“Ini model manajemennya seperti franchise, jadi semua bahan ada di gudangnya sehingga mutu dan kualitas terjaga,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Baznas Surakarta Muhammad Qoyim menyampaikan kegiatan ini sesuai dengan arahan dari pimpinan Baznas pusat maupun provinsi, serta Wali Kota Surakarta.

“Dalam hal ini untuk ikut serta  mengentaskan kemiskinan. Program tasaruf ekonomi produktif bertujuan agar para Mustahiq ini bangkit ekonominya. Sehingga harapan kami mereka nanti kita dampingi. Untuk menjadi minimal mustahiq mandiri. Yang selanjutnya tahapan berikutnya kita harapkan dari mustahiq menjadi Muzakki,” terang Qoyim.

Qoyim menambahkan pada kegiatan ini Baznas juga membagikan bantuan pada 133 orang.

“Bantuan bagi 133 orang ini terdiri dari bantuan modal usaha kelontong. Modal usaha sebanyak 90 orang untuk usaha gorengan, donat, mainan keliling, jamur, tela-tela crispy, bubur lemu, pecel, nasi, sayur, dan lain-lain. Sedangkan 32 orang bantuan berupa kue, mie ayam, ayam kremes, jus, dan lain-lain. Sedangkan 11 orang itu nanti akan mendapatkan bantuan mesin jahit, kompresor, mesin cuci, laundry, dan lainnya,” papar Qoyim.

Qoyim juga menyampaikan laporan Baznas Surakarta periode 4 bulan terakhir. Dari bulan Januari, Baznas Surakarta juga sudah membantu sebanyak 492 orang.

Terdiri dari bantuan pengambilan ijazah ada 7 orang. Bantuan peringanan biaya SPP ada 10 orang, bantuan peralatan sekolah anak terdampak banjir Solo 40 orang. Bantuan pengobatan dan layanan kesehatan terdampak banjir Solo 50 orang. Bantuan RTLH perbaikan atap 3 orang, kemudian bantuan sembako 200 orang. Dan bantuan BPJS Ketenagakerjaan untuk guru-guru pondok pesantren atau madrasah non PNS ada 182 orang.

“Sehingga totalnya 492 orang. Jadi semoga ini pun juga menjadi berkah barokah buat para Muzakki maupun para penerimanya,” pungkas Qoyim.