Bayi Usia 1 Hari Sudah Boleh Dipijat, Ini Tekniknya

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Banyak pertanyaan dari orang tua mengenai pada usia berapa bayi boleh dipijat. Bayi baru lahir hingga beberapa bulan kemudian masih sangat lembut dan rentan. Sehingga banyak ibu yang tidak berani memijat bayinya. Padahal bayi juga bisa lelah dan kecapaian apalagi bila sering ikut bepergian dengan keluarganya.

Namun, masih banyak orang tua yang ragu, pada usia berapa kah bayi sudah boleh dipijat?

Ternyata, bayi sudah bisa dipijat saat usia 0 hari. Ini artinya, orang tua atau tenaga medis sudah bisa memberikan stimulasi pijat sesaat setelah bayi lahir. Bidan Desiana Trisni dari House of Nenny Mom and Baby Care Magelang mengatakan, bayi sudah bisa dipijat 6 jam setelah persalinan.

Pijat bayi memiliki segudang manfaat dan  terapi. Orang tua di Indonesia biasa memijat bayinya.

Teknik pijat untuk bayi telah berlangsung sejak ratusan tahun silam. Bermanfaat untuk meningkatkan ikatan emosional anak dengan orang tua (bonding), menenangkan, hingga menstimulasi perkembangan bayi.

Saat ini, pijat bayi mulai mendapatkan kepopulerannya kembali. Ini terlihat dari munculnya babyspa atau perawatan spa bagi bayi di berbagai wilayah di Tanah Air. Selain memanfaatkan babyspa utnuk perawatan dan pijat, orang tua juga bisa memberikan pijatan sendiri ke buah hatinya.

Namun, Desi mengarisbawahi, tidak semua bayi bisa langsung dipijat. Ada beberapa kondisi tertentu yang harus dipenuhi. Misalnya, bayi lahir melalui persalinan normal dengan berat badan cukup, yakni 2.400-4.000 gram. Selain itu, usia kehamilan tidak boleh kurang dari 37 minggu.

“Untuk kondisi bayi lahir normal dan tidak ada masalah ketika si anak lahir atau dalam proses persalinannya. Ini boleh diberikan pijatan mulai dari 0 hari,” ucap Desi dalam Live Instagram Doodle Exclusive Baby Care, beberapa waktu lalu.

Lain halnya dengan bayi prematur yang baru bisa diberikan pijatan saat usianya mencapai 2 hari. Kondisi prematur adalah keadaan ketika bayi lahir dengan berat badan rendah di bawah 2.400 gram. Atau ketika usia kehamilan belum mencapai 37 minggu. Menurut Desi, bayi prematur bisa diberikan pijatan dengan catatan tenaga medis atau terapis yang memberikan pijatan mengetahui riwayat bayi.

“Kita tanyakan dulu kondisinya. Apakah kondisi si anak sudah stabil atau membutuhkan perawatan khusus. Misalnya diharuskan menginap di rumah sakit karena harus diinkubator. Jadi kondisi-kondisi ini harus kita perhatikan. Untuk bayi yang riwayatnya lahir prematur dengan BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) kita minta orang tua memberikan surat rekomendasi dari dokter yang menangani. Apakah bayi sudah boleh diberikan terapi. Jadi harus kita komunikasikan lagi dengan orang tua dan penanggung jawab bayi,” papar Desi.

Lantas, bagaimana memijat bayi baru lahir? Bidan Desi menjelaskan, bayi dengan kondisi normal bisa dipijat dengan teknik pijat taktil dan kinestetik stimuli. Teknik pijat ini bermanfaat membantu meningkatkan bonding antara bayi dengan orang tua atau pengasuhnya. Teknik pijat ini bermanfaat utnuk merangsang beberapa reflek ada bayi. Misalnya reflek kejut, reflek mengisap, menelan, dan sebagainya.

”Dengan kita memberikan pijatan taktil dan kinestetik, kita melatih otot-otot bayi biar terbiasa untuk bergerak. Jadi dengan memberikan pijatan, tentu saja adanya bonding dari orang tua yang memberikan pijatan. Ini untuk membuat bayi lebih tenang. Harapannya dengan si anak lebih tnang, tidurnya lebih nyaman. Harapannya, pertumbuhan dan perkembangannya lebih baik lagi,” tutur Desi.

Teknik pijat ini bisa dipraktikkan sebanyak 4 kali dalam sehari. Dan bisa diberikan hingga tali pusat bayi puput. Setelah itu, orang tua bisa melanjutkan dengan teknik balur sampai bayi berusia 31 hari.

Selama pemijatan, untuk melenturkan kulit bayi agar tidk luka orang tua bisa menggunakan minyak telon. Salah satunya adalah Doodle dengan wangi sweet green tea, produk unggulan Doodle Exclusive Baby Care.

Desi mengingatkan, apabila tali pusat bayi belum puput, maka orang tua musti berhati-hati. Agar tidak memberikan pijatan yang terlalu banyak dan sering di area sekitar purut.

“Karena takutnya overstimulasi dan juga takutnya nanti justru malah menyebabkan perdarahan atau justru infeksi yang akan membahayakan si bayi. Jadi ketika bayi diberikan pijatan, tali pusatnya belum pupus, sebenarnya enggak masalah. Hanya saja kita menghindari agar lebih berhati-hati untuk memberikan pijatan di daerah tali pusatnya,” kata Desi.

Teknik pijat taktil dan stimuli kinestetik juga dapat diberikan pada bayi prematur. Perbedaannya hanya pada usia bayi. Jika pada bayi normal teknik taktil dan kinestetik stimuli bisa diberikan mulai 0 hari sampai tali pusat bayi puput.

Pada bayi prematur pijat taktil dan kinestetik stimuli dapat diberikan sampai bayi berusia 31 hari. Setelah bayi berusia 31 hari, orang tua dapat menerapkan teknik balur hingga usia 2 bulan.