SOLO, MettaNEWS – Gelaran kompetisi antar sekolah menengah atas (SMA) bertajuk “Battle of School” sukses besar di Kota Solo. Kompetisi yang diinisiasi oleh event organizer (EO) Novus.idn ini telah dimulai sejak 11 September 2024 dan mencapai puncaknya pada 26-27 Oktober 2024.
Battle of School memberikan wadah bagi para pelajar untuk unjuk kebolehan di bidang battle dance, pertandingan esports, kompetisi supporter, hingga pemilihan School Ambassador.
Ada delapan sekolah terkemuka di Kota Solo yang ikut serta dalam gelaran ini. Sekolah-sekolah itu ialah SMA N 1 Surakarta, SMA N 3 Surakarta, SMA N 4 Surakarta, SMA N 7 Surakarta, SMA Batik 1 Surakarta, SMA Regina Pacis Surakarta, SMA Warga Surakarta, dan SMA ABBS Surakarta.

Owner Novus.idn, Adityo Rimbo menyebut kompetisi ini berfokus pada pengembangan hobi dan olahraga yang belum diakomodir oleh kebanyakan EO di Solo.
Di mana melalui kompetisi ini para pelajar bisa lebih percaya diri dalam mengekspresikan diri serta meningkatkan kebanggaan terhadap sekolah mereka melalui konsep kompetisi yang dinamis.
“Novus.idn sangat concern tentang olahraga yang belum diakomodasi oleh EO-EO lain. Seperti halnya olahraga konvensional seperti basket, sepakbola, futsal, di sini kita ingin mewadahi teman-teman yang passion di sini. Kami ingin membantu teman-teman yang belum terakomodir jadi ada wadahnya. Termasuk di esport, saya lihat esport di Solo belum diperhatikan seperti halnya basket,” ujar Adityo.
Battle of School telah berkembang menjadi lebih dari sekadar kompetisi antar sekolah. Acara ini menjadi ajang di mana kreativitas, kerja sama tim, dan semangat pelajar dari berbagai sekolah dapat ditunjukkan dengan cara yang unik.
Tak ayal gelaran Battle of School ini mendapat respon yang sangat positif. Utamanya dalam kategori esport, antusiasme para pelajar di tiap sekolah pun sangat tinggi.
“Potensi anak-anak muda di esport sangat banyak. Kami sempat research, banyak sekolah yang ingin ikut tapi kesempatan slotnya sekarang masih delapan. Mungkin next ada dua puluh yang kita buka karena peminatnya cukup banyak,” ujarnya.
Melihat tingginya animo para pelajar di Battle of School membuat Adityo ingin membuat ekosistem yang lebih besar di gelaran selanjutnya.
“Kita ingin membuat ekosistemnya untuk event ini. Kita tidak ingin one stop event tapi kita mau bikin ekosistem di mana next pemenangnya bisa kita jadikan tim PON (Pekan Olahraga Nasional-red) untuk Solo dengan diwadahi ESI (Esport Indonesia-red),” ujarnya.
Acara puncak Battle of School yang diselenggarakan di UNS Tower Ballroom lantai 3 pada Minggu (27/10) dihadiri oleh berbagai perwakilan dari sekolah-sekolah yang bertanding, komunitas dance di Soloraya, serta pelajar dari sekolah lain.
Adityo berharap Battle of School bisa terus berkembang menjadi ajang tahunan yang lebih besar dan inklusif. Serta mampu menciptakan ruang yang semakin luas bagi para pelajar untuk mengekspresikan bakat mereka di berbagai bidang, tidak hanya dalam kategori yang ada saat ini, tetapi juga dengan menambah kategori baru yang relevan.
“Kemungkinan tahun depan akan diadakan lagi di pertengahan tahun. Yang pasti ada penambahan sekolah juga. Satu tahun kita adakan dua kali. Next season bisa 20 sekolah. Mungkin nanti ada penambahan band competition, supporter juga,” pungkasnya.








