Batik hingga Honey Garden, Rasamadu Heritage Siapkan Pengalaman Wisata Baru

oleh
oleh

SUKOHARJO, MettaNEWS – Rasamadu Heritage menghadirkan perpaduan fashion, batik, dan wisata sejarah melalui kegiatan Media Gathering & Fashion Showcase bertema “When Heritage Meets Fashion”, Kamis (1/10/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menyambut Hari Batik Nasional 2026 sekaligus memperkenalkan potensi Rasamadu Heritage sebagai destinasi wisata berbasis warisan sejarah (heritage tourism).

Bertempat di Venue Resto Rasamadu Heritage, acara yang dimulai pukul 15.00 WIB tersebut dihadiri sejumlah awak media dan influencer. Kegiatan ini juga melibatkan FS Models serta Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan Solo untuk menghadirkan peragaan busana batik dengan latar bangunan bersejarah bekas pabrik gula.

Konsep tersebut menawarkan pengalaman berbeda dari peragaan busana pada umumnya. Kawasan heritage menjadi bagian dari panggung peragaan, sekaligus menghadirkan cerita mengenai hubungan antara warisan budaya, industri kreatif, dan perkembangan fashion masa kini.

General Manager Rasamadu Heritage, Mackong Andy, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap batik Indonesia sekaligus upaya mempererat hubungan dengan media dan komunitas kreatif.

Melalui kolaborasi tersebut, Rasamadu Heritage ingin menghadirkan batik bukan hanya sebagai warisan budaya yang dilestarikan, tetapi juga sebagai karya yang terus berkembang dan relevan dengan generasi masa kini.

Selain fashion showcase, para peserta juga mendapatkan pengalaman mengikuti workshop membatik bersama maestro dari komunitas Kampung Batik Laweyan. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkenalkan proses kreatif di balik pembuatan batik sekaligus memberikan nilai edukasi bagi pengunjung.

“When Heritage Meets Fashion menjadi konsep yang menghubungkan keindahan busana batik dengan karakter bangunan bersejarah. Pendekatan tersebut sekaligus menjadi bentuk creative storytelling untuk memperkuat daya tarik Rasamadu Heritage sebagai destinasi wisata yang menawarkan pengalaman lebih dari sekadar berkunjung,” papar Andi

Kembangkan Honey Garden, Perpaduan Sejarah Pabrik Gula dan Edukasi Madu

Tak berhenti pada kegiatan fashion dan pelestarian budaya, Rasamadu Heritage juga terus mengembangkan berbagai atraksi wisata baru untuk memperkaya pengalaman pengunjung.

Salah satu rencana yang tengah disiapkan adalah pengembangan Honey Garden, area yang mengangkat potensi tanaman penghasil madu serta memperkenalkan hubungan antara lebah, tanaman, dan proses produksi madu.

Andy menjelaskan, pengembangan tersebut memiliki keterkaitan dengan sejarah kawasan Rasamadu Heritage yang dahulu merupakan pabrik gula. Nama Rasamadu sendiri diambil dari nama perusahaan pabrik gula pada masa lalu.

Ke depan, kawasan tersebut direncanakan menghadirkan sejumlah tanaman, termasuk tebu dan tanaman penghasil nektar, untuk memperkuat keterkaitan antara sejarah pabrik gula dan edukasi madu.

“Pengunjung nantinya diharapkan dapat mengenal tanaman penghasil madu, mempelajari proses terbentuknya madu, hingga mencoba pengalaman interaktif yang berkaitan dengan lebah,” tutur Andi.

Pengembangan Honey Garden saat ini masih dalam tahap persiapan dan penelitian. Jenis tanaman yang akan dikembangkan, karakter madu yang dihasilkan, serta konsep interaksi pengunjung masih dieksplorasi.

Selain itu, Rasamadu Heritage juga merencanakan penambahan atraksi lain yang menyasar segmen wisata keluarga.

Sejumlah fasilitas yang sedang disiapkan di antaranya akuarium dengan rencana menghadirkan ikan hiu serta permainan berbasis pencahayaan.

Pengembangan tersebut ditargetkan dapat diluncurkan sekitar pertengahan Desember 2026, dengan catatan tidak ada perubahan jadwal.

Kunjungan Meningkat, Tembus 40.000–50.000 Orang per Bulan

Berbagai inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya Rasamadu Heritage memperkuat daya tarik wisata sekaligus meningkatkan jumlah kunjungan.

Andy menyebutkan, jumlah pengunjung yang sebelumnya rata-rata berada di kisaran 25.000–30.000 orang per bulan mengalami peningkatan sepanjang 2026.

Saat ini, jumlah kunjungan disebut telah mencapai sekitar 40.000–50.000 orang per bulan. Peningkatan tersebut menjadi salah satu alasan pengelola terus mengeksplorasi atraksi baru, terutama untuk memenuhi kebutuhan wisata keluarga.

Selain menikmati kawasan bersejarah, pengunjung juga dapat memanfaatkan layanan fotografi yang disediakan di area wisata. Layanan ini menyasar wisatawan yang ingin mengabadikan momen kunjungan dengan tarif mulai Rp5.000 per file foto.

Pengelola berharap tambahan atraksi dan layanan tersebut dapat memberikan pengalaman yang lebih beragam, mulai dari wisata sejarah, kuliner, fotografi, hingga edukasi.

Bangunan Bersejarah Jadi Identitas Wisata

Sebagai destinasi yang memanfaatkan bangunan bekas pabrik gula, Rasamadu Heritage juga menempatkan aspek pelestarian sejarah sebagai bagian penting dari pengembangannya.

Karakter bangunan lama menjadi daya tarik tersendiri, terutama ketika dipadukan dengan kegiatan kreatif seperti peragaan busana batik dan aktivitas komunitas.

Pengelola menyebut bangunan di kawasan tersebut telah melalui proses peninjauan oleh tim terkait, termasuk ahli arkeologi, dan memiliki plakat cagar budaya di area tertentu.

Dengan karakter sejarah yang kuat, Rasamadu Heritage berupaya menggabungkan pelestarian warisan masa lalu dengan kebutuhan wisata modern.

Melalui kegiatan Media Gathering & Fashion Showcase, pengembangan Honey Garden serta penambahan atraksi keluarga, Rasamadu Heritage berharap dapat memperluas kolaborasi dengan media, komunitas, pelaku industri kreatif, dan pemangku kepentingan pariwisata.

Upaya tersebut sekaligus menjadi langkah untuk menghadirkan destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga memberikan pengalaman budaya, edukasi, dan sejarah bagi masyarakat.