SOLO, MettaNEWS – Yayasan Metta CARE Indonesia menyalurkan donasi pembersih lantai bagi rumah terdampak banjir. Selepas banjir di Solo, ada satu masalah yang menjadi ancaman tersendiri bagi warga yang terdampak banjir. Usai banjir, banyak rumah warga yang perlu pembersihan ekstra akibat dari genangan lumpur, sampah saat terendam banjir.
Dengan surutnya banjir warga mulai kembali dari pengungsian ke rumah masing-masing. Menjadi pekerjaan rumah lanjutan adalah membersihkan lantai rumah yang kotor tentu menjadi usaha sendiri bagi warga.
Melihat kondisi tersebut, Yayasan Metta CARE mendonasikan 1000 liter pembersih lantai bagi warga terdampak banjir Solo.

Pembina Yayasan Metta CARE, Sumartono Hadinoto menjelaskan, pihaknya menjalin komunikasi dengan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming untuk masalah kebersihan dan Kesehatan rumah pasca banjir.
“Dengan adanya komunikasi dengan Pak Wali, karena genangan sudah mulai surut maka yang menjadi kebutuhan korban banjir perlu pembersih lantai. Untuk itu Yayasan Metta Care mendonasikan 1000 liter cairan pembersih lantai yang akan segera disalurkan kepada warga yang terdampak genangan,” ungkap Martono, Sabtu (18/2/2023).
Martono mengatakan donasi cairan pembersih lantai dari Yayasan Metta CARE ini akan disalurkan melalui PMI Kota Surakarta.
“Melalui koordinasi dengan Pak Wali tersebut kami mendapat arahan untuk menyalurkan ke lokasi posko banjir Joyontakan, Semanggi, Pucangsawit dan beberapa lokasi yang terdampak besar,” jelas Martono.
Yayasan Metta CARE Indonesia Fokus Kebersihan Rumah demi Kesehatan Warga

Martono berharap dengan bantuan cairan pembersih lantai bisa bermanfaat dan mengurangi beban masyarakat yang rumahnya terdampak banjir.
“Kebersihan rumah khususnya lantai ini cukup penting bagi penghuninya. Dengan lantai yang bersih dan sehat akan memberi dampak Kesehatan bagi penghuni rumah. Agar terhindar dari penyakit-penyakit seperti misalnya diare, dan penyakit saluran pencernaan lain. Meskipun mungkin sepele hanya pembersih lantai tetapi kalau dalam kondisi selepas banjir pasti butuh pembersih lantai yang banyak,” pungkas Martono.
Sebelumnya, sebanyak 16 kelurahan pada 4 kecamatan di Kota Solo terkena banjir, akibat hujan deras yang mengguyur Solo dan kota sekitarnya pada Kamis (16/2/2023).
Dampak dari banjir tersebut cukup besar dengan banyaknya warga Solo yang mengungsi. Sekira 21 ribu terdampak banjir, dari jumlah tersebut sebanyak 4 ribuan lebih warga terpaksa mengungsi ke posko banjir. Bantuan terus mengalir untuk warga terdampak banjir baik dari Pemerintah Kota maupun dari pihak swasta untuk meringankan beban warga yang terdampak banjir.









