Bangun Drainase ke Kali Anyar, Viaduk Gilingan Tidak Akan Kebanjiran Lagi

oleh
kebanjiran
Pembangunan drainase Viaduk Gilingian yang biasanya kebanjiran, Senin (20/2/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Viaduk Gilingan Jalan Ahmad Yani Banjarsari Solo nantinya tidak akan kebanjiran lagi usai revitalisasi rampung pada Mei 2023. PPK Kegiatan Pengembangan 1 Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Wilayah Jawa Tengah, Bernard Hasibuan mengatakan terdapat pembangunan drainase yang mengalir ke Sungai Kalianyar agar tidak banjir.

“Untuk antisipasi banjir kami sudah membuat desain terkait mechanical electrical (ME). Kami sudah sampaikan ke Pak Wali terkait berapa item pengerjaan yang akan kami kerjakan. Salah satunya beberapa pekerjaan jembatan konstruksi kereta api. Pembuatan rumah sampit bawah rel layang ada drainase atau pembuangan dari Viaduk Gilingan sampai ke Kalianyar,” terang Bernard kepada MettaNEWS, Senin (20/2/2023).

Sistem Anti Kebanjiran, Butuh Pompa dan Genset

BTP Wilayah Jateng telah mendesain mechanical electrical untuk pompa genset guna menyedot air hujan agar tidak kebanjiran. Namun pihaknya mengalami kendala yang belum mencapai solusi berupa belum adanya pembiayaan kedua alat tersebut.

“Kami sudah mendesainkan terkait mechanical electrical itu pompa dan genset. Tapi dari kami emang masih ada kendala ME pompa dan gensetnya. Tapi untuk bangunannya itu sudah kami siapkan. Apakah mau pake pompa yang lama, tapi kalo pompa yang lama, sulit surutnya,” terang Bernard.

Anggaran yang pihaknya perlukan untuk pengerjaan ini mencapai Rp 8 miliar. Ia pun mengaku hingga kini belum mendapat solusi akan hal ini, meski telah berkoordinasi dengan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

“Kemarin dari Pak Wali hasil diskusi kita disuruh koordinasi sama dinas PUPR dan Dishub. Kami juga sudah ke BBWS, (tetapi) dari BBWS pun belum ada anggaran. Kami disuruh ke Pak Wali Kota lagi. Kalau memang itu perlu ya harapannya Pak Wali bisa bersurat ke Menteri PUPR,” lanjutnya.

Jika kebutuhan pompa dan genset belum terpenuhi, maka dengan terpaksa pihaknya akan menggunakan pompa yang lama. Meski pompa lama miliki kualifikasi berbeda ketimbang pompa baru. Yang mana pompa baru ini bisa menyedot air dalam waktu kurang dari 2 jam.

“Kalau memang tidak ada solusinya kita melibatkan pompa existing. Untuk menyedot air buangan tidak membutuhkan waktu yang lama. Kita siapkan tempatnya pakai yang baru tidak sampai 2 jam,” ujarnya.