SOLO, MettaNEWS – Anak Sumarno atau Pak Sumar, Argo (28) bakul wedangan yang menjadi korban tabrak lari di Jalan Yos Sudarso, Serengan Kota Solo pada Minggu (3/9/2023) menuntut keadilan.
Argo nekat turun ke tengah jalan yang ramai lalu lalang kendaraan untuk tabur bunga dan berdoa di lokasi kejadian, Selasa (12/9/2023). Anak sulung Pak Sumar itu juga membentangkan dua poster bergambar mobil dengan bercak darah bertuliskan “USUT TUNTAS KASUS TABRAK LARI PAK SUMAR!” berwarna hitam dan putih.
Argo mengatakan tabur bunga ini dilakukan untuk peringatan 7 harian sang ayah. Yang kasusnya belum menemui titik terang. Argo minta kepolisian usut tuntas kasus ini.
“Saya selaku keluarga dan anak korban sebisa mungkin meminta pertanggung jawaban dari pelaku juga entah itu dari pihak polisi. Ya saya minta tolong mungkin bapak juga belum tenang, belum ketemu pelakunya juga,” ujar Argo.
Pak Sumar sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Dr. Moewardi Solo. Namun nyawanya tidak tertolong dan menghembuskan napas terakhir pada Kamis (7/9/2023) pukul 23.00 WIB. Pak Sumar dimakamkan di TPU Daksinoloyo Danyung, Jumat (8/9/2023).
Argo dan ketiga adik-adiknya pun kehilangan tulang punggung keluarga. Ia meminta kepolisian menemukan pelaku.
“Memang kepolisian sudah bergerak, cuma dari awal sampai saat ini belum ada keterangan. Maksudnya keterangan pelakunya di mana siapa belum ada,” ujarnya.
Argo meminta pelaku tidak melarikan diri atas setelah menghilangkan nyawa orang lain. Anak Pak Sumar itu juga meminta agar pelaku miliki itikad baik dan bertanggung jawab ke dirinya dan keluarga.
“Dari keluarga kami cuma ingin tahu siapa sih Anda, kenapa Anda lari kenapa lari nggak lapor polisi. Yang penting pertanggung jawaban Anda bukan Anda lari terus menghilang,” ujar Argo.
“Anda tahu saat ini Anda kan juga tahu posisi korban sudah meninggal, Anda tidak ada itikad baik untuk keluarga saya,” tambahnya.
Argo belum berencana melanjutkan usaha bapaknya sebelum kasus ini clear. Maka ia berharap pihak kepolisian dapat segera menemukan siapa pelaku di balik tabrak lari ini.
“Tetap saya lanjutkan karena bapak yang bikin, pontang panting untuk usaha ini puluhan tahun.
Tapi kan saya nggak bisa apa-apa saya belum tenang karena kasus ini belum clear. Kalau itu nanti sudah clear sudah ketemu pelaku sudah mediasi mungkin saya melanjutkan usaha bapak lagi,” bebernya.
Sebagai informasi Pak Sumar terlibat kecelakaan di Jalan Yos Sudarso Kelurahan Serengan Kota Solo pada Minggu (3/9/2023) pukul 05.45 WIB. Ia ditabrak mobil bercat putih yang belum diketahui identitasnya.
Akibatnya Pak Sumar mengalami luka berat di bagian kepala dan meninggal dunia setelah empat hari dirawat di Rumah Sakit Dr. Moewardi Solo.
Kasus ini masuh dalam penyelidikan Sat Lantas Polresta Solo.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Solo Iptu Suharto mengatakan pihaknya telah memperluas pencarian bukti rekaman CCTV untuk mengidentifikasi mobil itu.
Mulai dari Solo Baru, Sukoharjo, hingga ke jalan-jalan yang diduga dilalui mobil cat putih yang diduga pelaku korban tabrak lari. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan.
“Mobilnya belum terdeteksi. Kami masih lidik dan masih mencari informasi yang mengetahui. Termasuk Dishub Sukoharjo saya minta rekaman semua CCTV, tetap tidak kelihatan (pelat nomornya),” ujar Suharto.







