Bakti Budaya, Rotary Solo Kartini Gelar Workshop Sadar Pesona Wisata, Berikan Blankon Sogan untuk Porter Stasiun Solo Balapan

oleh
oleh
KGPH Dipokusumo memberikan orkshop tata krama pelayanan untuk para porter di Stasiun Solo Balapan yang diinisiasi oleh Rotary Club of Solo Kartini dan Daop 6 KAI, Selasa (11/6/2024) | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Untuk lebih memberi ciri khas identitas kota, Rotary Club of Solo Kartini menggandeng PT KAI Daop 6 Yogyakarta menggelar workshop Sadar Pesona Wisata Kota Solo untuk para porter atau petugas angkut barang di Stasiun Solo Balapan.

Workhosp yang menghadirkan nara sumber KGPHA Dipokusumo berlangsung pada Selasa (11/6/2024) di ruang VIP Stasiun Balapan dengan peserta puluhan porter.

Selain workshop, panitia juga menyediakan potong rambut gratis, pelatihan tata krama, pembagian blangkon motif modang warna sogan dan sembako.

President Rotary Club of Solo Kartini Enny Werdiningsih mengatakan, ide pembagian blankon ini saat beberapa kali melihat para porter di Stasiun Solo Balapan tidak menampilkan ciri khas Kota Solo.

“Selama ini kami melihat para porter ini mengenakan ikat kepala macam-macam. Malah ga ada yang pakai blankon dan memakai ikat kepala kota lain. Sehingga perlu kita berikan informasi yang benar.  Dengan demikian identitas Kota Solo semakin terlihat,” ungkap Enny di sela-sela workshop, Selasa (11/6/2024).

Tidak hanya blankon, dan penampilan khas, workshop tersebut kembali memberikan pesan lewat pembekalan tentang budaya Kota Solo.

“Kita kembali memberikan pelatihan tata krama, unggah ungguh cara menyampaikan informasi pada penumpang. Bagaimana gesture (bahasa tubuh) yang santun seperti apa yang sesuai dengan ciri khas kita. Terus kami juga memberikan pelayanan untuk performa. Seperti rambut yang rapi jadi kami juga gandeng DG Barbershop untuk memberikan potong gratis,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut KGPH Dipokusumo membagikan cara-cara pelayanan juga mengajarkan tentang mengolah batin saat bekerja.

“Mengolah batin dalam pekerjaan. Memberikan pelayanannya untuk menjemput rezeki memang harus dengan batin. Rezeki jatuhnya akan ke siapa itu sudah pasti. Tetapi kalau kita sebagai manusia berusaha mengolah rasa, dari rumah berangkat kerja dengan senang dan semangat pasti juga ada nilai-nilai keiklasan. Memberikan pelayanan yang baik dengan ketulusan hati, relasi yang baik antar sesama porter saling berbagi itu luar biasa,” tutur Gusti Dipo dalam sharingnya untuk para porter.

Kepala KAI Daop 6 Yogyakarta Bambang Respationo mmenambahkan, kegiatan dengan Rotary Club of Solo Kartini menjadi perwujudan komitmen dari PT Kereta Api.

“Komitmen untuk selalu meningkatkan pelayanan kepada para pelanggan. Artinya kita punya circle of service nya dari mulai penumpang beli tiket kemudian masuk area stasiun dan naik kereta sampai turun kembali harus mendapat pelayanan yang purna dari semua aspek di stasiun,” ujarnya.

Pelatihan untuk Porter ini lanjut Bambang untuk menampilkan kembali identitas kota. Mulai dari tampilan pribadi masing-masing hingga penampilan luar.

“Pelayanan dari Porter ini kita perbaiki dengan menggandeng Rotary. Ini kita ciptakan lagi, kita bentuk lagi. Salah satunya identitas Kota Solo-nya belum muncul yaitu dari blangkonnya. Sekarang blangkonnya sudah khusus dari Solo. Selama ini tetam-teman porter pakainya macam-macam dan keluar dari identitasnya Solo. Juga kita tata untuk rambutnya agar lebih rapi,” tuturnya.

Bambang menyebut, Solo Balapan mempunyai 56 orang porter yang siap sedia membantu dan melayani penumpang kereta. Untuk itu, penting bagi porter mendapatkan pelatihan perilaku service excellent bagi penumpang.

“Selain penampilan, perilaku jadi service excellent maka kita hadirkan KGPH Dipokusumo dari Keraton Kasunanan Surakarta. Harapan kami karena ini di Solo jadi service excellent nya terdapat muatan-muatan inti budaya Solo,” ungkapnya.

Salah satu peserta porter M Yusuf (55 tahun) mengaku mendapat banyak ilmu dari pelatihan tata krama menyambut penumpang yang akan menggunakan jasanya. Yusuf adalah petugas porter sift malam dari jam 19.00 hingga 23.00 WIB.

“Tiap hari pasti ada saja rezeki. Sebenarnya tarif dasar dari stasiun untuk jasa kami itu Rp 20 ribu, tapi kalau saya mau diberi berapapun kami terima dengan rasa syukur. Kalau hari-hari biasa saya dapatnya ya paling 2-3 penumpang dalam sehari,” tuturnya.

Yusuf menjadi porter di Stasiun Balapan Solo sejak tahun 1998. Dalam sift malamnya ada 10 porter yang bertugas membantu penumpang.

“Pelatihan tata krama ini sangat penting bagi kami para porter agar lebih ramah lagi membantu penumpang,” pungkas Yusuf.