SOLO, MettaNEWS – Pedagang Pasar Gede Solo membagikan jenang atau bubur sumsum sebagai wujud syukur atas suksesnya pernikahan putra bungsu Presiden Joko Widodo pada Minggu (11/12/2022) kemarin.
Jenang berbahan dasar tepung beras dengan cita rasa manis dari juruh atau cairan kental gula kelapa Jawa ini dibagikan ke masyarakat yang datang ke Pasar Gede. Mulai dibagikan pukul 14.00 WIB, dalam waktu kurang dari 30 menit jenang ini telah ludes diserbu warga.
Suharni (65) pembuat jenang sumsum mengaku menyiapkan jenang ini sejak pagi hari. Total ada 700 porsi dari tiga panci besar yang ia sediakan. Pembagian jenang sumsum ini kental akan filosofi Jawa.
“Udah uprek-uprekan (sibuk memasak) dari jam setengah enam. Tujuannya ini kami sebagai pedagang Pasar Gede bersyukur Pak Jokowi sudah selesai mantu. Kalau orang tua dulu disumsumi biar capeknya hilang,” ujar Suharni kepada MettaNEWS, Senin (12/12/2022).
Awalnya jenang sumsum ini akan dibagikan ke pedagang Pasar Gede, kuli panggul dan tukang becak. Namun lantaran banyaknya warga lain yang begitu antusias, pembagian ini pun dibuka secara umum.
“Harapanya semoga sehat semua, pedagangnya lancar jualan dan laris nggak ada halangan apa-apa. Dan juga karena ini hajatnya Pak Jokowi sudah selesa kami berharapnya Mas Kaesang punya keluarga yang tentram dan punya anak soleh solehah,” ujarnya.
Ucok Manik (44) salah seorang pengunjung Pasar Gede asal Surabaya menyambut baik pembagian jenang sumsum ini. Ia pun sengaja datang ke Solo untuk melihat keramaian Kota Solo yang baru saja menggelar hajat besar pernikahan putra Presiden Joko Widodo.
“Karena kemarin nggak sempat kemari jadi sekarang saja keliling Solonya. Terus ini kebetulan ada bagi-bagi jenang. Enak radanya apalagi ada maknya juga ternyata sebagai pelepas lelah setelah hajatan. Solo pol pokoknya,” kata Ucok.
Sementara itu, Angle (18) warga plesiran asal Malang juga tertarik mencoba jenang sumsum di Pasar Gede. Meski sudah sering menyantapnya, Angle menyebut rasa jenang sumsum yang dibagikan di Pasar Gede ini lebih enak.
”Rasanya tradisional sekali, enak dan gula Jawanya kental. Ini spesial menurut saya karena para pedagang ibaratnya syukuran setelah pernikahan Mas Kaesang sama Mbak Erina selesai,” ujarnya.








