Anggota DPR RI, Eva Yuliana Bawa Pesan ke Masyarakat Lewat Lakon Ketoprak ‘Panji Ngengleng’ HPN 2023 PWI Surakarta

oleh
Eva Yuliana
Anggota Komisi III DPR RI, Eva Yuliana berperan sebagai Ratu Maheswara dalam ketoprak lakon 'Panji Ngengleng' Hari Pers Nasional 2023 PWI Surakarta, Selasa (28/2/2023) | MettaNEWS / Robertus Dhimas

SOLO, MettaNEWS – Anggota DPR RI, Eva Yuliana turut serta dalam pentas ketoprak lakon Panji Ngengleng puncak Hari Pers Nasional (HPN) PWI Surakarta pada Selasa, (28/2/2023) malam. Eva berperan sebagai menjadi pemeran Ratu Maheswara istri dari Prabu Lembu Hamijaya, Natha Kediri.

Ditemui usai membuka lakon Panji Ngengleng, Eva mengaku keikutsertaannya dalam pentas ketoprak ini merupakan pengalaman pertama baginya.

“Saya diundang oleh PWI dan RRI untuk menjadi salah satu bintang tamu dalam acara ketoprak yang memang rutin ada. Saya menyambut baik dan kalau saya pribadi bangga karena jujur ini yang pertama kali saya ikut main ketoprak,” kata Eva.

Menurut Eva, ketoprak merupakan hiburan sekaligus media yang efektif untuk menyampaikan pesan dan edukasi ke masyarakat.

“Pada dasarnya menurut saya ketoprak itu kan warisan leluhur yang harus kita uri-uri yang harus kita jaga. Dengan ketoprak ini sebetulnya adalah media yang sangat efektif untuk menyampaikan pesan ke masyarakat,” kata Eva.

“Segala sesuatu tidak semata-mata terlihat sebagai ajakan atau memerintah. Namun juga bagaimana memberikan hiburan ke masyarakat. Dan juga bisa menitipkan pesan-pesan yang baik,” ujarnya.

Eva menuturkan, lakon Panji Ngengleng membawa pesan kecintaan terhadap Tanah Air atau nasionalisme. Serta bagaiamana seseorang harus bisa menekan egonya sendiri demi kepentingan bersama.

“Ajakan yang baik kepada masyarakat yang dalam lakon Panji Ngengleng ini. Tentu kerukunan antara keluarga juga ada dalam adegan awal Prabu Lembu. Yang ingin meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan peningkatan pendidikan,” jelasnya.

“Hal-hal seperti ini kalau kita sampaikan melalui ketoprak seperti ini. Akan sangat efektif untuk bisa masyarakat terima. Kemudian bisa dilaksanakan di kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Selain itu, lakon Panji Ngengleng ini menurutnya juga memberikan pesan adanya kedekatan antar keluarga yang harus terjaga. Eva mengatakan support system itu selayaknya dilakukan dalam keluarga.

Tantangan Eva Yuliana, Tokoh Politik Berperan Jadi Ratu Maheswara

Sebagai seorang politikus, Eva menemui beberapa tantangan dalam memerankan Ratu Maheswara lakon ketoprak Panji Ngengleng ini. Komunikasi menjadi alat baginya untuk bisa menjiwai peran yang ia bawa.

“Tantangannya dalam menjadi lakon ini tentu karena saya memang bukan pemain ketoprak. Sehingga memang harus banyak berkomunikasi dengan kawan-kawan pemain. Bagaimana memainkan peran yang baik dan menjiwai bahwa kita sedang memerankan itu,” beber Eva.

Selayaknya tokoh dalam pentas seni ketoprak, Eva juga harus fasih berbahasa Jawa. Hal ini menambah tantangan baginya. Namun buka Eva namanya jika tak mampu melewati ini dengan baik. Terbukti di penampilan awalnya, ia mampu membuat penonton terkesima.

“Tantangannya karena ini dalam bahasa Jawa sedangkan kita banyak menggunakan bahasa Indonesia. Ini juga sebetulnya pesan-pesan yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita menjaga bahasa Jawa ini menjadi benar-benar ada dan kita turunkan ke anak cucu kita. Supaya tetap menggunakan bahasa Jawa dengan baik,” kata Eva.

Ketoprak lebih dari sekadar hiburan belaka yang bertahan dalam sekejap. Ia berharap gelaran pentas seni semacam ini akan terus ada pada masa mendatang.

“Karena ini kan nguri-uri budaya. Tinggal saya mendorong ini untuk dilakukan secara rutin sehingga tidak hanya pemain yang bisa eksistensinya ada. Namun juga masyarakat ini pun juga dekat dan selalu dekat dengan budaya-budaya warisan para leluhur,” tukasnya.