SOLO, Metta NEWS – Walikota Solo Gibran Rakabuming menanggapi dengan tegas kasus pembacokan ala klitih yang terjadi di Boyolali pada Selasa (29/3/2022). Ketika dikonfirmasi awak media soal pelaku yang berasal dari Solo, Gibran terlihat kaget.
“Di Boyolali? orang Solo? Wong ngendi kui? (orang mana itu),” tanya Gibran pada wartawan di sela-sela kegiatan penyerahan sertifikat rumah di daerah Mojo, Jumat (8/4/2022).
Gibran langsung bereaksi dengan menggali informasi dari awak media dan bertanya aksi kriminal apa yang dilakukan oleh pelaku tersebut.
“Jangan kayak gitulah, lagi puasa juga. Baru aja tha itu? sudah ditangkap? baguslah. Nanti tak tanya pak Kapolres,” ujar Gibran.
Putra sulung Presiden Jokowi ini mengaku baru mengetahui pelaku klitih yang ternyata adalah warga Solo ini dari awak media.
“Jangan ada yang aneh-aneh kayak gitu, puasa-puasa kok aneh-aneh. Satu orang ya pelakunya? korbannya gimana?,” tanya Gibran lagi.
Gibran juga menyatakan rasa prihatin atas kasus yang terjadi di daerah tetangga Solo ini. Ia juga menanyakan senjata apa yang digunakan oleh pelaku.
“Senjatane apa? Pedang? Celurit? ya ampun. Kok ada model kayak gitu, nanti biar di sikat pak Kapolres. Sing penting wis ketangkep (yang penting sudah tertangkap),” kata Gibran.
Melihat aksi tak bertanggung jawab ala klitih yang sudah terjadi di kota-kota tetangga Solo seperti Yogyakarta dan Semarang dengan dalih kurangnya ruang untuk mengekspresikan diri pelaku, Gibran menegaskan aksi klitih tersebut tidak boleh terjadi di Kota Solo.
“Saya belum tahu kronologi lengkapnya, yang penting sudah ketangkep, nanti saya koordinasi sama pak Kapolres dulu ya,” tegas Gibran.








