Anak Muda Merapat! Pemkot Solo Buka Pendaftaran Volunteer ASEAN Para Games

oleh
ASEAN Para Games
Seleksi Nasional cabang olahraga panahan ASEAN Para Games 2022, Kamis (11/5/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Panitia ASEAN Para Games 2022 segera membuka rekrutmen volunteer atau relawan sebanyak 200 kuota. Nantinya para volunteer ini diperuntukkan untuk membantu pelaksanaan ajang olahraga internasional yang akan dihelat pada 30 Juli hingga 7 Agustus mendatang di Solo dan Semarang.

Mengingat gelaran tersebut diikuti 11 negara Asia Tenggara, maka pendaftar volunteer nantinya akan diutamakan yang fasih Bahasa Inggris. Hal ini disampaikan Ketua Indonesia ASEAN paragames Organizing Comittee (INASPOC),  sekaligus Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

Pihaknya akan segera membuka pendaftaran volunteer untuk ajang ASEAN Para Games XI tahun 2022 di Jawa Tengah dalam minggu ini lantaran padatnya jadwal persiapan jelang hari H.

“Minggu ini kita mulai perekrutan volunteer dan pelatihannya,” jelas Gibran saat berkunjung ke Kelurahan Nusukan, Rabu (6/7/2022) kemarin.

Pendaftaran volunteer ini akan dilakukan secara online, dimana link pendaftaran akan diumumkan secara terbuka dalam waktu dekat.

“Kebutuhannya lebih dari 200 orang. Nanti saya kasih kebutuhannya apa saja. Yang jelas segera dibuka pendaftaranya, lewat link ya,” beber Gibran. 

Ketua INASPOC itu juga mengimbau pada seluruh anak muda untuk bisa ikut bergabung dalam menyukseskan APG yang berlangsung di Solo selama 8 hari lamanya. Anak muda dengan kemampuan berbahasa Inggris yang baik menjadi bahan pertimbangan.

“Yang mau daftar silakan ikut saja. Anak-anak muda yang punya kualitas bahasa Inggrisnya baik ikut saja,” terang Gibran. Tak hanya di Solo, APG tahun ini juga memanfaatkan Kota Semarang untuk menghelat venue. Nantinya sebanyak 1.800 delegasi dari 11 negara di Asia Tenggara dijadwalkan tiba pada 27 Juli mendatang. 

Sekjen Narional Paralympic Comittee (NPC), Rima Ferdianto sebelumnya mengatakan akan memberlakukan sistem buble. Yakni sistem koridor perjalanan yang bertujuan untuk membagi orang-orang yang terlibat ke dalam kelompok (bubble) yang berbeda dengan memisahkan orang-orang berisiko terpapar COVID-19.

“Kami siapkan sistem buble yang paling ketat seperti atlet hanya bisa bergerak dari hotel ke venue saja dan swab tiap tiga hari sekali,” terang Rima.

Aturan ketat ini tak hanya diberlakukan pada atlet, semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan APG 2022, tanpa terkecuali dengan keberadaan para volunteer tersebut perlu mematuhi protokol kesehatan secara ketat serta memperhatikan regulasi atau kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Untuk pihak pendukung acara seperti sukarelawan, sopir, petugas hotel, dan lain sebagainya harus menjalani tes swab setiap hari karena akan berunteraksi dengan banyak pihak selama penyelenggaraan acara,” katanya.